UPDATEBALI.com, BULELENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Mpu Kuturan (IMK) 2026 di Desa Titab menggelar sosialisasi keagamaan dan edukasi bahaya narkoba serta seks bebas bagi Yowana Desa Titab, pada Minggu 25 Oktober 2026.
Sosialisasi tersebut dihadiri dosen Institut Mpu Kuturan, Dr. Nyoman Suardika, Perbekel Desa Titab, Bendesa Desa Titab, kepala dusun, serta Yowana Desa Titab.
Nyoman Suardika mengatakan, penggunaan busana adat ke pura tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap kesucian tempat ibadah.
“Berbusana adat ke pura tidak hanya soal penampilan, tetapi juga bagaimana umat menunjukkan rasa hormat terhadap kesucian tempat ibadah dan memahami makna dari tradisi yang dijalankan,” Jelasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai makna panganjali umat dan simbol-simbol agama Hindu, termasuk swastika yang dalam konteks ajaran Hindu berkaitan dengan nilai kebahagiaan dan kedamaian.
Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran agama perlu ditanamkan agar generasi muda tidak sekadar menjalankan tradisi sebagai kebiasaan, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat membantu Yowana Desa Titab lebih memahami etika berbusana saat bersembahyang serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda perlu memahami bukan hanya bagaimana tradisi itu dilaksanakan, tetapi juga makna di baliknya. Dengan begitu, nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Briptu I Komang Perwira Yoga menjelaskan, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja, mulai dari tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu, hingga kurangnya pemahaman mengenai risiko dari perilaku tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk membantu remaja menghadapi persoalan dan tekanan dalam pergaulan.
“Peran keluarga sangat penting dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak. Komunikasi yang terbuka dapat membantu remaja lebih berani menyampaikan persoalan yang dihadapi dan tidak mudah terpengaruh ajakan negatif,” terangnya.
Selain keluarga, lingkungan pergaulan yang positif juga dinilai berperan dalam membantu generasi muda mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.(Dna/updatebali)



