Kamis, April 3, 2025
BerandaNewsLuhut Minta Menhub Tambah Alokasi Tiket Pesawat ke Bali Jelang G20

Luhut Minta Menhub Tambah Alokasi Tiket Pesawat ke Bali Jelang G20

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menambah alokasi pemesanan tiket pesawat menuju Bali menjelang perhelatan G20.

“Saya mengingatkan Menteri Perhubungan, bagaimana caranya kita supaya booking tiket pesawat yang terkoneksi dari Singapura atau dari negara manapun yang masuk ke Bali pada persiapan G20, bisa ditambah,” ujar Luhut di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga:  Ford DAS Bali, Dealer 3S Pertama yang Siap Manjakan Pecinta Otomotif di Pulau Dewata

Dia menambahkan bahwa sektor pariwisata domestik terus meningkat, terutama menjelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Saya mendapatkan laporan mengenai kenaikan penumpang ke Bali sudah lebih dari 123 persen,” katanya.

Dengan demikian, booking tiket pesawat sangat tinggi. Menko Marves juga menerima laporan bahwa orang-orang yang melakukan booking untuk perhelatan G20 di Bali tidak mendapatkan tempat lagi sehingga hal tersebut tentunya perlu menjadi perhatian.

Baca Juga:  Koster-Giri dan Dana Swadi dapat Dukungan dari Ribuan Warga Kubu, Karangasem

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Andreas Dipi Patria mengatakan bahwa trafik penerbangan di Bandara Ngurah Rai memang sempat anjlok selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, terlebih lantaran penerbangan internasional ditutup.

Namun, seiring pemulihan yang berlangsung, trafik penerbangan di bandara tersebut mulai perlahan meningkat. Bahkan tercatat sudah mencapai 60-75 persen per September 2022.

Baca Juga:  Sebanyak 188 Jadi Korban Luka dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Tingginya trafik penerbangan ke Bali diperkirakan bisa terus meningkat hingga hari H puncak KTT G20 pada pertengahan November mendatang.

Oleh karena itu, Andreas menyebut strategi buka-tutup diharapkan bisa mengatur lalu lintas penerbangan agar tidak terjadi penumpukan di bandara. Terlebih selama pelaksanaan KTT G20, pesawat delegasi akan menginap/parkir di bandara sekitar Bali.(ub/antara)

BERITA TERKAIT

Most Popular

Recent Comments