UPDATEBALI.com, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali melalui kehadiran langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., pada pembukaan Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan.
Kegiatan tersebut digelar di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, Jumat 16 Januari 2026.
Acara ini turut dihadiri para sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait, Ketua Pusat dan para penglingsir PBMM, pengurus serta anggota PBMM, hingga tokoh masyarakat setempat.
Sekitar 1.500 krama Pratisentana Bendesa Manik Mas dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan mengikuti Lokasabha VI PBMM. Forum ini menjadi wadah strategis organisasi dalam merumuskan program kerja lima tahun mendatang sekaligus melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokasabha yang dinilainya memiliki makna penting bagi keberlanjutan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali. Ia menegaskan peran pesemetonan sebagai pilar utama dalam menjaga adat, budaya, dan keharmonisan masyarakat Bali di tengah arus globalisasi.
“Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Sanjaya mengajak seluruh peserta Lokasabha untuk memahami dan mengimplementasikan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan. Konsep tersebut, menurutnya, menekankan keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, budaya, dan alam, baik secara sekala maupun niskala.
“Di dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ada enam kerthi yang wajib kita jaga bersama, yaitu Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi. Semua ini harus kita rawat agar Bali tetap lestari hingga generasi mendatang,” pintanya.
Ia juga menyoroti tantangan demografi Bali di masa depan, khususnya terkait keberlanjutan generasi krama Bali. Bupati Sanjaya menekankan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya agar tidak kehilangan penerus.
“Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya kita, siapa lagi?. Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan kesinambungan krama Bali,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya turut memberikan apresiasi atas kekompakan dan soliditas Pratisentana Bendesa Manik Mas yang dinilai mampu menjadi contoh organisasi pesemetonan yang harmonis dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Pesemetonan Bendesa Manik Mas ini luar biasa guyub dan solid. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu hadir dan mendukung kegiatan adat, keagamaan, dan budaya, karena hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.
Sementara itu, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya, menyampaikan bahwa pelaksanaan Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan merupakan tindak lanjut dari Maha Sabha VI PBMM di tingkat pusat. Ia menegaskan Lokasabha menjadi sarana konsolidasi organisasi untuk menjaga eksistensi Pratisentana Bendesa Manik Mas sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius yang berlandaskan dresta Bali.
“Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” tuturnya.(den/ub)





