spot_img
spot_img
BerandaBaliGraha Yadnya Sanjayaning Singasana Resmi Beroperasi, Perkuat Pusat Kegiatan Adat Kota Tabanan

Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Resmi Beroperasi, Perkuat Pusat Kegiatan Adat Kota Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kehidupan beragama masyarakat Bali.

Hal ini ditandai dengan kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Upacara Pemelaspasan sekaligus peresmian Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana milik Desa Adat Kota Tabanan, Selasa 13 Januari 2026, yang berlokasi di Jalan Kresna No. 1, Kota Tabanan.

Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya pemanfaatan Graha Yadnya sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan upacara adat, keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Keberadaan Graha Yadnya ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi krama desa adat dalam mempersiapkan sarana yadnya secara lebih tertata, nyaman, dan bermartabat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda atau perwakilan, Sekda, para asisten sekda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, bendesa adat dan perbekel se-Kecamatan Tabanan, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan lembaga adat dan budaya lokal.

Baca Juga:  Percepat Target, Pemkab Tabanan Kembali Gelar Vaksinasi Booster Kedua

Upacara Pemelaspasan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pesaji Dangin Carik sebagai bentuk penyucian niskala, agar bangunan yang telah berdiri memiliki taksu serta membawa rasa aman, nyaman, dan damai bagi seluruh krama yang memanfaatkannya. Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa pembangunan Graha Yadnya tidak sekadar berorientasi pada fisik bangunan, melainkan sarat makna spiritual dan sosial.

“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara lebih tertata, serta menjadi simbol keharmonisan antara pembangunan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya.

Baca Juga:  Apel Jumat Ceria, Sekda Suyasa Ajak Seluruh Pegawai Tumbuhkan Semangat Kerja

Ia menambahkan, yadnya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan fasilitas yang layak dan representatif guna mendukung kelancaran upacara adat dan keagamaan. Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan fasilitas tersebut.

“Membangun itu tidak mudah, namun merawat jauh lebih sulit. Untuk itu, saya titipkan Graha Yadnya ini kepada seluruh masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan, kesucian, serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegas Sanjaya.

Baca Juga:  Pemberdayaan Lansia Bali, Wisuda Sekolah Lansia Wreda Santi Bedulu Jadi Langkah Positif

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, I Gusti Made Adi Purama, menyampaikan bahwa Graha Yadnya Sanjayaning Singasana merupakan gagasan dan inisiatif langsung Bupati Tabanan yang telah lama menjadi harapan krama Desa Adat Kota Tabanan. Kompleks Graha Yadnya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti kori lumbung, gedung sekretariat, ballroom, bale pawedan, serta sarana pendukung lainnya yang terintegrasi dengan kawasan setra dan lingkungan desa adat.

Graha Yadnya Sanjayaning Singasana dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya dan keagamaan, tidak hanya bagi Desa Adat Kota Tabanan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments