Lewat SKSS, Gubernur Koster Pastikan Anak Bali Kurang Mampu Tetap Bisa Kuliah

0
304
Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025.
Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASARPemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025.

Program ini kembali ditegaskan sebagai upaya konkret membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu di Bali.

Penyerahan bantuan SKSS dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa 23 Desember 2025. Program ini dinilai menjadi terobosan karena secara khusus menyasar keluarga miskin dan miskin ekstrem agar tetap memiliki kesempatan menyekolahkan satu anggota keluarga hingga jenjang sarjana.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bali bekerja sama dengan 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berupaya menekan biaya pendidikan sekaligus menjamin keberlanjutan studi para mahasiswa penerima manfaat.

Baca Juga:  Perluas Kerjasama, FPar Unud Terima Kunjungan University of Szeged, Faculty of Economics and Business Administration Hungaria

Pada tahun 2025, SKSS menargetkan 3.000 mahasiswa. Namun karena keterbatasan waktu dan sosialisasi, tercatat sekitar 1.000 pendaftar dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Dari jumlah tersebut, sebagian telah menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), sehingga kuota SKSS tahun ini akhirnya diberikan kepada 500 mahasiswa terpilih.

Bantuan yang disalurkan meliputi biaya hidup bulanan sebesar Rp1,4 juta bagi mahasiswa yang kuliah di Denpasar dan Badung, serta Rp1,2 juta bagi mahasiswa di kabupaten lainnya. Khusus mahasiswa Universitas Terbuka, bantuan biaya hidup ditetapkan Rp750 ribu per bulan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp1 juta per semester serta biaya pendaftaran hingga Rp300 ribu.

Baca Juga:  Dosen FTP Unud Didapuk Jadi Narasumber, Ajarkan Olah Limbah Jadi Produk Kecantikan

Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Bali juga berkomitmen memperbaiki skema sosialisasi mulai tahun 2026 agar program ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga sasaran sejak awal pendaftaran. Prinsip utama SKSS tetap dijaga, yakni satu keluarga ditopang satu sarjana sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali juga membagikan kisah hidupnya yang tumbuh dari keluarga sederhana. Pengalaman bekerja sejak usia sekolah dan disiplin dalam belajar menjadi bekal penting hingga mampu menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung dan mengabdi di pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kekayaan paling berharga. Pengetahuan, menurutnya, adalah modal utama untuk membangun kemandirian, daya saing, dan kualitas hidup generasi muda Bali.

Baca Juga:  Kasus TPPO, Ida Susanti Nekat Jual Orang ke Terapis Plus-Plus

“Ke depan, Pemprov Bali juga menyiapkan akselerasi pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan SDM,” ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, jajaran perangkat daerah Pemprov Bali, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Bali, serta pimpinan perguruan tinggi mitra. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada mahasiswa dari sembilan kabupaten/kota yang menempuh pendidikan di antaranya di Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional, STKIP Agama Hindu Amlapura, Primakara University, ITKES Bali, Poltekkes Denpasar, serta Institut Agama Hindu Mpu Kuturan.(yud/ub)