UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kelurahan Peguyangan semakin memperkuat sinergi dengan Banjar-banjar di wilayahnya dalam menghadapi permasalahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di tingkat lokal.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, yang berlangsung di Banjar Prajasari pada Minggu, 15 September 2024.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Dinas Kesehatan, serta organisasi Widya Suara dari Badan Diklat Provinsi Bali.
Selain itu, sosialisasi ini juga bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Denpasar sebagai penggiat Pengarusutamaan Gender (PUG). Acara ini dihadiri oleh Klian Banjar Prajasari, Kaaling se-Kelurahan Peguyangan, warga banjar, PKK, serta Sekaha Teruna Banjar Prajasari.
Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana, menyampaikan pentingnya penyuluhan ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengarusutamaan gender dalam kehidupan sosial.
“Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba, sekaligus mengedukasi pentingnya pengarusutamaan gender dalam berbagai aspek kehidupan sosial,” ujar Sudi Arcana.
Sudi Arcana juga menekankan bahwa dukungan dari aparat Kelurahan Peguyangan dan peran aktif banjar sangat penting dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba secara efektif.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
“Dengan dukungan penuh dari aparat Kelurahan dan peran aktif banjar, kami berharap program ini mampu menekan angka penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba secara efektif,” tambahnya.
Selain itu, Lurah Peguyangan juga menyoroti pentingnya peran aktif semua elemen masyarakat, terutama generasi muda, dalam upaya pencegahan. Melalui penyuluhan yang rutin dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta kesadaran yang lebih mendalam di lingkungan masyarakat.
“Kami harapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS dan narkoba serta pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan bersama,” lanjutnya.
Sudi Arcana menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan akan terus berlanjut dan akan disinergikan dengan program Pustakeling Ayang Ebeb (Perpustakaan Keliling Kelurahan Peguyangan Edukasi Berbagi Era Baru), yang menyasar sekolah-sekolah di Peguyangan.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut, dan kami akan sinergikan dengan Pustakeling Ayang Ebeb untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong, serta menciptakan masyarakat Kelurahan Peguyangan yang lebih tangguh dan bebas dari ancaman narkoba dan HIV/AIDS,” tutupnya. (per/ub)





