spot_img
spot_img
BerandaNasionalKolaborasi Kemenkominfo dan Disdikbud NTB, Gelar Webinar Ajak Pelajar Pahami Etika Berjejaring

Kolaborasi Kemenkominfo dan Disdikbud NTB, Gelar Webinar Ajak Pelajar Pahami Etika Berjejaring

UPDATEBALI.com, LOMBOK TIMUR – Berjejaring sangat penting di era digital. Memperluas jaringan serta mengembangkan sinergi dapat membangun akses menuju sumber daya serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Salah satunya, yakni melalui media sosial sebagai sarana untuk membangun relasi dan mempromosikan diri.

Agar penggunaan media digital dilakukan untuk hal positif dan tidak melanggar etika berjejaring, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Jumat 13 Oktober 2023 pagi, pukul 09.00 WITA.

Mengusung tema ”Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”, diskusi daring (online) itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Mustiaji Amiruddin, musisi Rio Alief, pengamat media dan komunikasi publik Sopril Amir, serta Pingkan Maukar selaku moderator.

”Webinar ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra1310. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis 12 Oktober 2023.

Baca Juga:  Perkuat Tata Kelola Desa, Wabup Tjok Surya Dukung Penuh HUT Forum BPD Klungkung

Kemenkominfo menegaskan, salah satu yang perlu diperhatikan ketika berjejaring melalui media digital adalah pemahaman etika. Etika berjejaring pengguna digital, yakni: tidak sembarangan menyebarkan konten negatif seperti hoaks, propaganda, dan provokasi yang bisa memojokkan pihak tertentu dan akan berdampak buruk jika menjadi viral.

”Tidak berhati-hati berkomentar dan sembarangan meneruskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, karena dapat merugikan diri sendiri. Ingat, jarimu adalah harimaumu. Untuk itu jagalah jarimu agar tidak menerkam dirimu sendiri,” imbuh Kemenkominfo dalam rilis.

Menurut Kemenkominfo, data pengguna media digital menunjukkan anak-anak usia milenial sebagai pengguna digital terbanyak dan jumlahnya terus meningkat. Peningkatan tersebut perlu diimbangi juga dengan pemahaman beraktivitas di ruang digital yang baik.

Baca Juga:  Magic Garden Genap Setahun, Nuanu Hadirkan Delapan Zona Edukasi Alam untuk Publik

”Pengelolaan ruang digital dengan bijak mampu mendorong tumbuh kembang anak dalam meningkatkan kemampuan kognitifnya seperti meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi, terampil menggunakan alat elektronik, mudah mempelajari berbagai bahasa dan sebagainya,” jelas Kemenkominfo.

Di sisi lain, lanjut Kemenkominfo, masifnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak, membuat mereka sangat rentan terpapar dampak negatif di ruang digital.

”Untuk itu, pembekalan kemampuan literasi digital sebaiknya diberikan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya, agar mereka dapat memanfaatkan media digital untuk hal bermanfaat dan menghindari kejahatan di ruang digital seperti cyberbullying, antisosial, dan hoaks,” urai Kemenkominfo.

Program literasi digital merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan 2024,” tambah Kemenkominfo.

Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Baca Juga:  FIB Unud Lepas 102 Calon Wisudawan

Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social – pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. Padahal, pada 2019, jumlah itu masih di angka 175 juta orang.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments