Kolaborasi Desa dan PKK, Putri Koster Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

0
253
Ny. Putri Suastini Koster menekankan pentingnya peran desa dalam mengelola sampah sejak dari sumber untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Ny. Putri Suastini Koster menekankan pentingnya peran desa dalam mengelola sampah sejak dari sumber untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah yang kian mengkhawatirkan.

Dalam kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk Menyapa dan Berbagi yang berlangsung di Gedung Mandapa Sabha Budaya, Desa Madenan, Kabupaten Buleleng, Rabu, 14 Mei 2025, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa persoalan sampah sudah menjadi isu nasional bahkan global yang harus ditangani secara serius.

“Masalah sampah ini makin sering disuarakan karena akan menjadi masalah besar di masa depan jika tidak ditangani dengan baik. Maka, pikiran kita sekarang adalah bagaimana mengolah sampah, bukan membuang sampah ke mana,” tegas Ny. Putri Koster di hadapan warga.

Didampingi Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Ny. Putri Koster menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat keluarga dan desa, sejalan dengan amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Baca Juga:  Dekranasda Bali Bawa Wastra Hitakara ke Denpasar, Antari Jaya Negara Ajak Warga Bangga Produk Lokal

“Bapak Gubernur sudah mengumpulkan semua bupati, wali kota, serta tokoh masyarakat. Seharusnya semua sudah sepaham bahwa sampah harus diolah secara mandiri atau dibawa ke TPS3R,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Koster memperkenalkan dua metode pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga, yakni Metode Tong Edan dan Teba Modern. Tong Edan adalah metode inovatif yang memanfaatkan tong khusus untuk menampung sampah organik yang kemudian difermentasi hingga menghasilkan pupuk padat dan cair. Sementara Teba Modern menggunakan lubang atau sumur dangkal di pekarangan rumah untuk mengubah sampah organik menjadi kompos alami.

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster juga menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran vital dalam menyukseskan program pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Kumpul Keluarga di Surga Tropis, Vila Nakula Hadirkan Perayaan Idul Fitri yang Tak Terlupakan

“Desa menjadi garda terdepan, karena rumah tangga, pasar, sekolah, semuanya berada di desa, dan kepala desa yang mengoordinasi agar desa bersih, hijau, dan rapi,” katanya.

Selain isu lingkungan, Ny. Putri Koster juga mendorong desa untuk mengoptimalkan koperasi sebagai sarana memasarkan produk-produk lokal masyarakat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa.

“Saya ingin koperasi ini bisa membantu mengambil dan memasarkan produk masyarakat,” ucapnya.

Wakil Bupati Buleleng, I Gede Supriatna, menyambut baik kunjungan TP PKK Provinsi Bali. Ia menyampaikan apresiasinya atas perhatian Ny. Putri Koster terhadap warga Desa Madenan, baik melalui bantuan langsung maupun pelatihan keterampilan.

“Hal ini sangat saya apresiasi. Kita juga butuh dukungan masyarakat untuk ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:  OC, Truk Tabrak Patung Penari di Gilimanuk

Kegiatan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi juga diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan, di antaranya:

  • 50 paket produk Gemarikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali,

  • 10 paket sembako dari Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali,

  • 50 tumbler dari Satpol PP Provinsi Bali,

  • 20 paket makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil dari IBI Bali,

  • 10 paket dan 50 blister multivitamin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali,

  • 50 krat telur dan 1.000 bibit cabai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali,

  • 100 bibit pohon (nangka, alpukat, jambu kristal, dan durian) dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan masyarakat dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan berwawasan lingkungan.(yud/ub)