UPDATEBALI.com, DENPASAR — Saat umat Hindu di Bali mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Galungan, ada petugas-petugas yang memilih tetap berada di balik layar demi menjaga kenyamanan masyarakat.
Salah satunya adalah I Putu Arya Pratama, seorang dispatcher atau operator pengatur sistem kelistrikan di PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali.
Di ruang kendali yang dipenuhi layar berisi peta jaringan dan indikator beban listrik, Arya memantau pergerakan sistem kelistrikan yang menyuplai seluruh Bali. Ketenangan dan ketelitian menjadi dua hal utama yang selalu ia jaga.
“Tugas kami memastikan aliran listrik tetap stabil dari pembangkit hingga ke pelanggan. Begitu ada gangguan, kami harus segera melakukan tindakan,” kata Arya pada Jumat, 21 November 2025.
Pria asal Tabanan ini sudah beberapa tahun tinggal di Denpasar demi menjalani tugasnya sebagai pengendali sistem. Setiap menjelang Galungan, ia mengakui rasa rindu pulang selalu muncul. Namun ia memilih tetap siaga.
“Rasanya pasti ingin sembahyang di kampung, tapi di hari besar seperti Galungan, sistem kelistrikan tidak boleh lengah. Jadi saya tetap bertugas,” ungkapnya.
Arya mengaku bangga karena perannya berdampak langsung pada kenyamanan umat saat merayakan hari suci.
“Kalau listrik aman dan upacara berjalan lancar, itu sudah jadi kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.
Tugas seorang dispatcher dikenal sebagai salah satu posisi yang paling vital dalam struktur operasi kelistrikan. Mereka bertanggung jawab menjaga keseimbangan pasokan dan memonitor kondisi jaringan selama 24 jam penuh.
Kesalahan kecil bisa berdampak pada jutaan pelanggan. Karena itu, kewaspadaan dan kemampuan mengambil keputusan cepat menjadi bagian penting dari pekerjaan mereka.
“Dispatcher adalah otak sistem distribusi. Mereka memastikan listrik tetap menyala dari pusat kota sampai desa terpencil,” jelas Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra.
Menurut Petrus, beban sistem pada momen Galungan cenderung meningkat, sehingga PLN menyiapkan tim siaga berlapis untuk mengamankan pasokan.
“Komitmen kami adalah menghadirkan listrik tanpa gangguan selama hari suci. Dedikasi para petugas seperti Arya sangat berarti,” tegasnya.
Saat masyarakat memasang penjor atau menyiapkan sarana upacara, Arya tetap berada di ruang kendali. Bagi dirinya, keberhasilan menjaga pasokan listrik tetap stabil adalah persembahan terbaik di Hari Raya Galungan.
“Kalau pelanggan bisa merayakan Galungan tanpa padam, itu sudah menjadi Galungan versi kami,” ujarnya tersenyum.
Dari balik layar pengendali sistem PLN UP2D Bali, para petugas seperti Arya memastikan terang listrik tidak sekadar penerangan, tetapi juga simbol pengabdian agar Pulau Dewata tetap bersinar di saat-saat suci.(yud/ub)





