Ketum PSSI tak Sejalan dengan Haruna Soemitro soal Proses dalam Sepak Bola

0
134

UPDATEBALI.com – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tidak sejalan dengan anggota Komite Eksekutif PSSI Haruna Soemitro soal pentingnya sebuah proses dalam sepak bola, Rabu(19/1/2022).

Kepada pewarta di Jakarta, Selasa, Iriawan menegaskan bahwa proses merupakan jalan yang mesti dilewati untuk mencapai tujuan.

“Misalnya, dari sini (Jakarta-red) mau ke Bogor, masa tiba-tiba sampai di Bogor? Tentu, kan, harus melewati jalan tol atau jalan biasa, bisa naik mobil, kereta api atau pesawat. Itulah prosesnya dan kami percaya pada proses itu,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Rp110,4 triliun Dibutuhkan untuk Pemilu Serentak

Menurut Iriawan, tidak ada tim nasional yang bisa berprestasi tanpa proses.

Iriawan mencontohkan para pemain muda mesti mengantongi banyak jam latihan dan pertandingan agar perfoma serta kemampuan mereka terus meningkat.

“Saya yakin, kepercayaan terhadap proses akan membentuk hasil yang baik,” tutur purnawirawan polisi berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu.

Sebelumnya, dalam sebuah video siniar di kanal Youtube JPNN.COM, Haruna Soemitro menyebut bahwa yang terpenting dalam sepak bola adalah hasil bukan proses.

Baca Juga:  Tujuh Kabupaten Berlaga di Cabor Yongmodo Porprov XV di Jembrana

“Ya, memang gitu sepak bola. Di sepak bola itu orang tak mau lihat proses. Yang dilihat hasil,” ujar Haruna ketika itu.

Pernyataan Haruna tersebut mendapatkan protes dari banyak warganet. Apalagi kalimat tersebut juga diarahkan Haruna untuk menyindir pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong yang dianggapnya sama saja dengan pelatih lain karena “hanya” bisa membawa skuad “Garuda” ke final Piala AFF.

Baca Juga:  Leo Tupamahu Tetap Bersama Bali United

Gelombang kritik Haruna untuk Shin Tae-yong membuat warganet bereaksi dan memunculkan tanda pagar (tagar) #HarunaOut di media sosial sebagai desakan agar Haruna keluar dari PSSI. Bersamaan dengan itu, warganet memberikan dukungan kepada Shin Tae-yong.(ub/ant)