Kembangkan Produk Janeng dan Aren oleh Kelompok Perempuan Desa Terpencil Aceh

0
136

UPDATEBALI.com, Redelong – Kelompok perempuan di desa terpencil di Kabupaten Bener Meriah Aceh berhasil mengembangkan produk janeng dan aren hingga siap di pasarkan, Rabu(26/1/2022).

“Setelah hampir setahun mendampingi kelompok perempuan ini telah berhasil mengembangkan produk janeng dan aren dan hari ini produk mereka telah siap dipasarkan,” kata Direktur Katahati Institute Raihal Fajri saat peluncuran produk di Samar Kilang, Selasa.

Kelompok tersebut merupakan binaan Katahati Institute untuk dapat memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di kawasan hutan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

Baca Juga:  Minyak Turun di Asia di Tengah Kekhawatiran Kasus COVID-19 Meningkat

Raihal mengatakan kelompok perempuan tersebut berhasil mengembangkan sejumlah produk olahan dari janeng dan aren seperti produk serbuk aren dan manisan, serta tepung dan keripik dari janeng.

Menurut dia kelompok tersebut juga akan terus mengembangkan produk lainnya dari hasil hutan bukan kayu di kawasan hutan Samar Kilang.

“Banyak potensi yang dapat dikembangkan dan bernilai ekonomi tinggi, namun pengolahan, pengepakan, dan pemasaran belum baik, sehingga dengan dukungan dari Kedutaan Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, kami membantu perempuan-perempuan di Samar Kilang ini untuk bisa mengolah hasil hutan non kayu ini menjadi bernilai dan menarik di pasaran,” kata Raihal.

Baca Juga:  Astra Tegaskan Aksi Nyata Keberlanjutan di ISF 2025, Dorong Kolaborasi Menuju Ekonomi Hijau

Raihal menjelaskan janeng merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang banyak terdapat di kawasan hutan Samar Kilang.

Ia mengatakan tanaman tersebut dulunya pernah menjadi makanan pokok masyarakat setempat pada era tahun 1970-an.

“Sebagai makanan pokok, saat dulu dilanda kemarau dan gagal panen pada tahun 1970-an. Selain itu janeng ini juga menjadi makanan pejuang Aceh saat bergerilya di dalam hutan melawan pasukan Belanda. Juga pernah menjadi makanan utama pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” kata dia.

Baca Juga:  Dengan Standar Jepang, Mazda Resmikan Dealer Terbaru di Pulau Bali

Wakil Bupati Bener Meriah Dailami sangat mengapresiasi upaya pemanfaatan sumber daya hasil hutan bukan kayu tersebut.

Dia berharap kelompok perempuan di desa terpencil ini dapat terus berinovasi untuk menghasilkan produk-produk yang bisa diterima di pasaran dan membantu perekonomian masyarakat setempat.(ub/ant)