Kekeringan Meluas di Jembrana, Pemkab Salurkan Hampir 600 Ribu Liter Air Bersih untuk 1.048 KK

0
23
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyebutkan hampir 600 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada 1.048 KK terdampak kekeringan di tujuh desa dan 14 banjar.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyebutkan hampir 600 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada 1.048 KK terdampak kekeringan di tujuh desa dan 14 banjar. Sumber foto : Humas Jembrana/updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan darurat akibat kekeringan yang meluas sejak Mei lalu.

Berawal dari laporan di SD 2 Pendem, krisis air bersih kini berdampak pada tujuh desa dan 14 banjar di wilayah Jembrana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, S.Sos., saat dihubungi Selasa, 13 Oktober 2026, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai hampir 600.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 1.048 kepala keluarga (KK).

“Distribusi air dilakukan secara bergiliran mengingat tingginya kebutuhan serta adanya kendala dari suplai PDAM. Stok air di tandon-tandon biasanya habis dalam waktu kurang dari dua hari,” ujar Agus Artana Putra saat Rakor OPD.

Baca Juga:  Dua Korban Sambaran Petir yang Dirawat Inap Sudah Membaik

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkab Jembrana telah memasang tandon air di 18 titik strategis serta menyediakan sekitar 15 terpal sebagai tempat penampungan tambahan. Tandon yang disiapkan memiliki kapasitas bervariasi, mulai dari 2.000 liter hingga 5.000 liter. Penanganan darurat ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PMI, Polres, dan Batalyon.

Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar warga terdampak tinggal di sekitar kawasan hutan dengan sumber air yang relatif kecil. Kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan infrastruktur pipa air akibat banjir pada Juli lalu.

Baca Juga:  TP PKK Kota Denpasar Aktifkan Meja Penyuluhan Gigi dan Mulut

Sebagai upaya penanganan jangka panjang, Pemkab Jembrana tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi juga merancang perbaikan infrastruktur secara menyeluruh. Perbaikan pipa air yang rusak telah direncanakan dan dikoordinasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Selain itu, Kejaksaan Tinggi Bali berencana membantu pengadaan tiga unit pompa air untuk meningkatkan debit air. Satu unit pompa lainnya telah dibangun di Banjar Pancardawa dengan dukungan Polres, sehingga total rencana penambahan pompa air mencapai empat unit.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk membangun pompa air di kawasan persawahan.

Baca Juga:  Dorong Usaha Mikro Tetap Eksis, Bupati Kembang Hartawan Luncurkan Program Revitalisasi Warung Tradisional

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang hingga Januari mendatang.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Jembrana mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Warga diharapkan menghemat dan memprioritaskan air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari serta menghindari penggunaan air secara berlebihan, termasuk untuk menyiram atau memandikan hewan peliharaan.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kelestarian alam dan kawasan hutan agar dapat berfungsi optimal sebagai penyimpan cadangan air ketika musim kemarau kembali melanda.(yud/updatebali)