UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Forum Ibu-Ibu Buddhis (FIB) Bali kembali menggelar bazaar makanan untuk yang ketujuh kalinya.
Acara ini berlangsung di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar Barat, pada Jumat, 16 Agustus 2024, dan akan dilanjutkan pada hari Sabtu, 17 Agustus 2024.
Bazaar ini diikuti oleh Forum Ibu-Ibu Buddhis Daerah se-Bali serta Patria Bali. Selain untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, acara ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan keterampilan antar anggota Forum Ibu-Ibu Buddhis di Bali.

Ketua Umum PP FIB Bali, Seriyanti, mengatakan bahwa bazaar ini merupakan ajang berkumpul bagi para ibu-ibu Buddhis Bali.
“Dalam bazaar ini, kami memperkenalkan delapan daerah kabupaten di Bali, sehingga mereka dapat membawa makanan khas daerah masing-masing. Keuntungan dari bazaar ini akan digunakan untuk menjalankan program-program organisasi kami, termasuk program sosial dan bakti sosial,” ujarnya.
Seriyanti juga berharap bahwa kegiatan ini dapat mempererat keakraban dan menambah kreativitas di kalangan anggota FIB Bali. Dengan adanya partisipasi dari generasi muda melalui Patria, diharapkan bazaar ini dapat menjadi platform untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Ketua Panitia Bazaar FIB 2024, Sri Hartati, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan setahun sekali menjelang hari kemerdekaan.
“Peserta bazaar yang hadir berasal dari seluruh FIB Bali dan dibagi menjadi dua kelompok. Untuk hari ini, peserta yang hadir berasal dari Gianyar, Badung, Jembrana, dan Patria, dengan Patria mewakili generasi muda,” ujarnya.
Bazaar ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai daerah di Bali dan mempromosikan makanan khas dari masing-masing daerah. Contohnya, Singaraja membawa dodol dan klepon yang dijual di bazaar ini. Hasil dari bazaar akan digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi di masing-masing daerah.
Sri Hartati juga menambahkan bahwa meskipun kegiatan ini diadakan setiap tahun, bazaar sempat dilaksanakan secara online selama dua tahun terakhir akibat pandemi.
“Harapan saya adalah agar bazaar ini berjalan dengan lancar, dan semua pengunjung serta peserta merasa bahagia,” ungkapnya.
Acara ini tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan solidaritas dan kreativitas komunitas Buddhis di Bali. (yud/ub)





