UPDATEBALI.com, DENPASAR – Rangkaian Kasanga Festival 2026 yang digelar selama tiga hari sejak 6 Maret resmi berakhir pada Minggu 8 Maret 2026 malam di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.
Penutupan festival yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi ini dilakukan oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dengan prosesi simbolis pemercikan tirta.
Acara penutupan turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, jajaran Forkopimda, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang menjadi bagian dari festival, termasuk lomba Ogoh-Ogoh Besar yang diikuti oleh 16 finalis terbaik tingkat kota.
Adapun Juara I diraih ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya, disusul ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan sebagai Juara II dan ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman di posisi ketiga. Sementara itu, Harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, Harapan II ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan Harapan III ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu.
Penghargaan juga diberikan untuk sejumlah kategori lainnya seperti lomba sketsa ogoh-ogoh, ogoh-ogoh mini mesin, dan ogoh-ogoh mini non mesin. Sementara gelar Ogoh-Ogoh Favorit diraih oleh ST Cantika Banjar Sedana Mertha Ubung.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat generasi muda Denpasar yang terlibat dalam festival ini. Menurutnya, Kasanga Festival bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi para kreator ogoh-ogoh untuk menampilkan karya terbaik mereka.
“Festival ini menjadi ruang interaksi generasi muda sekaligus memperkuat keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kasanga Festival merupakan wadah kreativitas bagi yowana Denpasar yang dilandasi semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yakni nilai persaudaraan universal yang menjadi spirit dalam penyelenggaraan festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memiliki peran penting dalam membangun ruang kolaborasi budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkarya.
Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, menjelaskan bahwa Kasanga Festival 2026 menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi dari 223 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar.
Selain lomba ogoh-ogoh utama, festival juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti pameran ogoh-ogoh mini, lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel, barong, hingga baleganjur ogoh-ogoh.
Ia juga menyebutkan bahwa tahun ini festival menghadirkan konsep baru dalam pengelolaan lingkungan melalui sistem waste management berbasis sumber yang melibatkan komunitas.
“Tahun ini juga ada format penilaian melalui pawai atau peed ogoh-ogoh. Kami berharap Kasanga Festival terus menjadi ruang kolaborasi seni budaya Bali yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.
Pada perhelatan tahun ini, sebanyak 16 sekaa teruna yang lolos seleksi mendapatkan bantuan pembinaan sebesar Rp30 juta untuk masing-masing kelompok sebelum mengikuti pawai ogoh-ogoh untuk memperebutkan juara utama.(per/ub)





