Karya Atma Wedana di Balangan Libatkan Ratusan Krama, Bupati Badung Soroti Semangat Menyama Braya

0
183
Bupati Adi Arnawa saat hadiri Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, Potong Gigi, dan Mepetik Massal krama Desa Adat Balangan di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (28/8).
Bupati Adi Arnawa saat hadiri Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, Potong Gigi, dan Mepetik Massal krama Desa Adat Balangan di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (28/8). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Kekompakan krama Desa Adat Balangan, Kecamatan Mengwi, dalam melaksanakan rangkaian Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, Metatah (Potong Gigi), dan Mepetik Massal mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Bupati hadir menyaksikan langsung pelaksanaan karya tersebut di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan adat, tradisi dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Kuwum, Bendesa Adat Balangan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya secara kolektif. Menurutnya, pelaksanaan karya secara bersama-sama menunjukkan masih kuatnya budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pelaksanaan yadnya secara massal juga dinilai menjadi bentuk kebersamaan krama dalam menjalankan kewajiban adat sekaligus dapat membantu meringankan beban masing-masing keluarga.

Baca Juga:  Kementerian PPPA Gelar Munas Perempuan di Puspem Badung

“Pemkab Badung berkomitmen penuh untuk selalu hadir dan mengawal kegiatan adat serta keagamaan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban finansial krama,” ujarnya.

Selain memberikan dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, Adi Arnawa menyampaikan sejumlah arah kebijakan pembangunan Badung. Salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini adalah penataan dan pembangunan infrastruktur, khususnya untuk mengatasi sejumlah titik kemacetan lalu lintas.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur menjadi penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata Badung. Sektor pariwisata sendiri menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.

Meski pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas, pemerintah daerah memastikan perhatian terhadap sektor keagamaan dan pelestarian adat tetap berjalan. Dukungan anggaran untuk pembangunan wantilan, perbaikan fasilitas desa maupun pelaksanaan upacara Yadnya tetap menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  Lepas Kontingen Jumbara PMI Nasional, Bupati Tamba Minta Perluas Wawasan dan Jaga Nama Daerah

Bupati juga memberikan apresiasi terhadap sinergi Perbekel, Bendesa Adat, panitia karya dan seluruh krama Desa Adat Balangan yang telah bekerja bersama sehingga rangkaian upacara dapat terlaksana dengan lancar atau labda karya.

“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dirawat. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan agar kewajiban adat terpenuhi, sementara program pembangunan daerah tetap melaju,” ucap Adi Arnawa.

Sementara itu, Manggala Karya I Made Murna menjelaskan Karya Atma Wedana Kinembulan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara periodik setiap lima tahun. Karya tersebut diinisiasi melalui kepanitiaan bersama krama Desa Adat Balangan.

Pelaksanaan karya menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjalankan bakti sekaligus melaksanakan proses penyucian spiritual melalui rangkaian upacara Pitra Yadnya.

Pada pelaksanaan kali ini, jumlah peserta yang mengikuti berbagai rangkaian Yadnya cukup banyak. Nyakar/Memukur (Puspa) tercatat sebanyak 62 diri, Nglangkir dan Ngelungah sebanyak 9 diri, Warak Keruron sebanyak 12 diri, serta Metatah atau Potong Gigi sebanyak 93 diri.

Baca Juga:  Bupati Badung Hadiri Karya Melaspas di Pura Kahyangan Desa dan Puseh Desa Adat Cengkok

Besarnya jumlah peserta membuat semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan karya. Seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara bersama oleh krama dengan dukungan berbagai pihak.

I Made Murna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kuwum atas dukungan yang diberikan untuk kelancaran karya. Pemerintah desa memberikan bantuan pembiayaan operasional melalui alokasi anggaran desa dengan nilai lebih dari Rp300 juta.

Dukungan tersebut bersama partisipasi krama menjadi bagian dari kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi sekaligus memastikan pelaksanaan karya dapat berjalan lancar.

Pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Balangan pun menjadi gambaran kuatnya semangat menyama braya masyarakat Bali dalam menjalankan kewajiban keagamaan dan adat secara bersama-sama.(den/updatebali)