UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Kabupaten Jembrana menorehkan pencapaian membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026. Setelah selama tiga tahun berturut-turut berada di posisi terbawah atau peringkat ke-9 se-Bali, Jembrana akhirnya mampu bangkit dan melesat ke peringkat ke-7 dengan raihan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.
Capaian tersebut menjadi titik balik perkembangan olahraga pelajar di Kabupaten Jembrana. Meski belum berhasil memenuhi target masuk lima besar yang dicanangkan pemerintah daerah, keberhasilan naik dua tingkat dari posisi sebelumnya menjadi bukti nyata dari peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sebelumnya telah memberikan suntikan semangat kepada para atlet saat pelepasan kontingen pada akhir Mei lalu. Ia menaruh harapan besar agar para atlet mampu mengharumkan nama daerah dengan menembus lima besar Porjar tingkat Provinsi Bali.
“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang.
Di balik keberhasilan tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana melakukan berbagai terobosan dalam proses persiapan. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I Kade Prapta Surya Wesnawa, mengatakan bahwa pembinaan atlet telah dimulai secara intensif sejak Februari 2026.
Karena tidak ada penyelenggaraan Porjar tingkat kabupaten, pihaknya mengambil langkah dengan turun langsung memantau latihan dan perkembangan atlet di setiap cabang olahraga.
“Kami melakukan pendampingan rutin ke seluruh cabor. Hampir setiap hari kami mengunjungi tempat latihan mereka. Kami memastikan proses seleksi atlet berjalan ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar sesuai kualitas yang dibutuhkan,” ungkapnya, Sabtu (13/6).
Tidak hanya fokus pada kemampuan teknis atlet, Dikpora juga menerapkan pendekatan berbasis ilmu olahraga atau sport science, termasuk pengawasan pola makan, asupan gizi, serta kebugaran atlet. Setiap cabang olahraga juga diberikan target perolehan medali untuk meningkatkan motivasi para atlet.
Keberhasilan Jembrana semakin istimewa karena diraih di tengah keterbatasan anggaran. Pemerintah Kabupaten Jembrana hanya mampu memfasilitasi keberangkatan 230 atlet dan 40 pelatih. Namun, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan tambahan bagi kontingen.
Sebanyak 122 atlet bersama 22 pelatih memilih berangkat dengan biaya mandiri maupun dukungan keluarga dan pihak swasta. Dukungan tersebut membuat jumlah kontingen Jembrana membengkak menjadi 414 orang yang terdiri dari 352 atlet dan 62 pelatih.
Dari seluruh pertandingan yang diikuti, Jembrana mengoleksi total 123 medali, yakni 36 emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Walaupun belum menyamai target awal sebanyak 45 medali emas, hasil tersebut cukup membawa Jembrana keluar dari posisi juru kunci yang selama tiga tahun melekat.
Keberhasilan di Porjar Bali 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan yang terencana, strategi yang tepat, serta kolaborasi antara pemerintah, pelatih, atlet, dan masyarakat mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi. Pencapaian ini juga menjadi modal berharga bagi Jembrana untuk membidik hasil yang lebih tinggi pada gelaran Porjar di tahun-tahun mendatang. (yud/ub)





