spot_img
spot_img
BerandaNasionalJalur Alternatif Temanggung-Semarang Tertutup Longsor

Jalur Alternatif Temanggung-Semarang Tertutup Longsor

UPDATEBALI.com, Temanggung – Jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tertimbun material longsor di dua titik, yakni di Dusun Priangapus dan Dusun Ngepoh, Desa Klepu, Pringsurat, Temanggung, Selasa (15/2/2022).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi di Temanggung, Selasa, mengatakan untuk membuka akses jalan tersebut dikerahkan dua alat berat di dua titik longsor.

Ia menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor di dua titik yang berdekatan. Dua lokasi longsor itu hanya berjarak sekitar 300 meter yang dipisahkan oleh sebuah jembatan.

Baca Juga:  Tiga Mahasiswa Perwakilan SCIL FH Unud Raih Juara 2 di Ajang AMITY 2022 Kompetisi Peradilan Semu Internasional

Longsor pertama terjadi di Dusun Pringapus sekitar pukul 14.00 WIB, tebing setinggi 30 meter yang merupakan lahan perkebunan kopi milik Sumani longsor dan menutupi badan jalan.

Selang tiga jam, tebing dengan ketinggian 10 meter longsor di Dusun Ngepoh pukul 17.00 WIB. Material longsor berupa tanah, bebatuan dan lumpur menutupi badan jalan dengan tebal sekitar tiga meter.

Baca Juga:  Kurangi Emisi Karbon, PLN dan Jepang Berkolaborasi untuk Akselerasi Program Transisi Energi

Ia menyampaikan akibat longsor tersebut, jalur alternatif Temanggung menuju Sumowono, Kabupaten Semarang terputus. Selain itu, dua bangunan kandang ayam milik warga juga terancam, karena berada di bibir tebing longsor.

Toifur menduga longsor terjadi karena tanah tidak kuat menampung derasnya air hujan dan sistem drainase yang kurang memadai.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, upaya saat ini kami mencoba buka akses jalan dulu. Kami usahakan material longsor bisa disingkirkan semua hari ini,” katanya.

Baca Juga:  Polisi Amankan Dua Tersangka Curanmor Mobil di Rumah Kost di Jembrana 

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai longsor susulan yang mungkin bisa terjadi, karena tingginya curah hujan dan topografi di wilayah ini banyak tebing.(ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments