spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungJalan Lingkar Selatan Jadi Kunci, Pemkab Badung Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi...

Jalan Lingkar Selatan Jadi Kunci, Pemkab Badung Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Kemacetan

UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai penguat utama daya dukung pariwisata.

Salah satu proyek strategis yang terus didorong adalah pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai solusi mobilitas di wilayah Badung Selatan, pusat pertumbuhan pariwisata Kabupaten Badung.

“Kemacetan kini hampir terjadi di seluruh wilayah Badung, khususnya kawasan destinasi wisata. Ini dampak dari tingginya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan,” ujar Adi Arnawa.

Ia menjelaskan, masifnya arus wisatawan menuju Badung Selatan menuntut kehadiran jalur alternatif yang mampu mengurai kepadatan di ruas-ruas jalan utama.

Pembangunan JLS diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar arus kendaraan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas wisatawan dan masyarakat, serta mendukung distribusi logistik.

Baca Juga:  Lewat 157 RUN dan Pekenan Galungan–Kuningan, OJK Bali Hidupkan Semangat Ekonomi Kerakyatan

Keberadaan JLS juga diyakini mampu mendorong investasi, membuka akses desa wisata baru, dan menggerakkan potensi ekonomi serta seni budaya lokal.

Sebagai langkah konkret, pada Rabu, 21 Januari 2026, Dinas PUPR Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Camat Kuta Selatan dan menjadi bagian penting menuju dimulainya pembangunan fisik JLS pada 2026–2027.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan kepada para pemilik lahan yang berada di tiga trase tersebut.

Ia mengungkapkan, pada 2025 proses pengadaan lahan sempat tertunda karena sebagian pemilik lahan belum teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.

“Pada 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah maupun belum terukur. Secara umum mereka menyatakan setuju dan telah menandatangani surat pernyataan persetujuan rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” jelasnya.

Baca Juga:  PLN Sediakan Listrik Andal untuk Sukseskan GPDRR yang Dibuka Presiden Jokowi

Mayoritas lahan di ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran diketahui berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang pada prinsipnya mendukung penuh program pemerintah.

Tahap selanjutnya, Dinas PUPR Badung akan melakukan setting out ulang lahan mulai minggu depan, diawali dari Pedati, Pantai Balangan, hingga Jimbaran. Proses ini akan dilanjutkan dengan pengukuran oleh BPN, penilaian aset oleh appraisal, serta musyawarah ganti untung lahan.

“Sesuai arahan pimpinan pada 19 Januari, pembayaran kepada masyarakat ditargetkan tuntas pada April, sehingga pembangunan fisik tidak terhambat,” imbuh Teddy.

Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Badung optimistis pembangunan fisik JLS dapat terealisasi pada 2026–2027. Apabila pengadaan lahan pada trase ketiga yang sempat tertunda dapat diselesaikan, maka pengadaan tanah segmen 4 JLS akan mencapai 100 persen. Trase final ini akan menghubungkan kawasan Pecatu hingga Jimbaran dengan total panjang sekitar 12 kilometer, dari kawasan Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Gelontorkan 9 Miliar Dana BKK TPS3R Tahun 2023

Ke depan, Jalan Raya Karang Mas Sejahtera direncanakan menjadi salah satu titik keluar JLS menuju Simpang Kali. Namun demikian, Bupati Adi Arnawa juga menyiapkan alternatif tambahan melalui pembangunan jalan dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu dan tembus ke Jalan Kampus Universitas Udayana, guna mencegah potensi penumpukan kendaraan di Simpang Kali.

“Kalau seluruh arus diarahkan ke Simpang Kali, kemacetan baru bisa terjadi. Karena itu, akan kami tembuskan ke Jalan Kampus Udayana,” pungkasnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments