spot_img
spot_img
BerandaBaliIKM Bali Bangkit Raup Rp19 Miliar, Putri Koster Optimis Perajin Celuk Bisa...

IKM Bali Bangkit Raup Rp19 Miliar, Putri Koster Optimis Perajin Celuk Bisa Lebih Hebat

UPDATEBALI.com, GIANYAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, melakukan kunjungan ke sentra perajin perak Bara Silver di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Minggu, 7 September 2025.

Kehadirannya disambut hangat pemilik Bara Silver, Putu Sudiadnyani atau yang akrab dikenal dengan sebutan Mami Bara.

Dalam kunjungannya, Putri Koster menekankan pentingnya memperkuat identitas Bali melalui produk kerajinan lokal. Menurutnya, kerajinan perak Bali memiliki kualitas tinggi, keunikan, serta nilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Badung

“Perak Bali punya kualitas dan keunikan tersendiri. Kreativitas kita tidak kalah dengan negara lain. Dengan sinergi yang kuat, para perajin bisa lebih percaya diri, dan promosi harus terus digencarkan ke berbagai negara,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, Denpasar, yang berhasil mencatat omzet lebih dari Rp19 miliar. Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa produk kerajinan Bali memiliki pasar yang luas, asalkan kualitas tetap dijaga dan harga ditetapkan secara pantas.

Baca Juga:  Dekranas Pusat Kagumi Pesona Songket Jembrana 

Untuk memperluas promosi, Putri Koster juga mewacanakan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week. Ajang tersebut diharapkan menjadi etalase produk kerajinan dan fesyen Bali sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif Bali di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menyoroti kerajinan, Putri Koster juga mengingatkan pentingnya gerakan pengolahan sampah berbasis sumber.

Ia mendorong penerapan teba modern di setiap rumah tangga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, sementara sampah anorganik diarahkan ke TPA.

“Gerakan ini harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB),” tambahnya.

Baca Juga:  Manggala Utama PAKIS Bali Sosialisasikan Kepedulian Terhadap Lingkungan, Adat, Tradisi dan Budaya

Dalam kunjungan tersebut, ia turut menyaksikan langsung proses pembuatan perak mulai dari bros, cincin, kalung, gelang, hingga ornamen tas wanita. Aneka produk khas Celuk, seperti subeng (anting kipas besar) hingga perhiasan kontemporer, ditampilkan sebagai hasil kreativitas perajin lokal.

Kehadiran Putri Koster diharapkan memberi semangat baru bagi perajin Desa Celuk untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan tetap mempertahankan identitas budaya Bali melalui karya seni kerajinan perak.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments