Hybrid Booking Bantu Pelaku Pariwisata Bali Go Digital, Reservasi Kini Lebih Cepat dan Terintegrasi

0
335
Tim Hybrid Booking melayani semua mitra sesuai kebutuhan secara profesional
Tim Hybrid Booking melayani semua mitra sesuai kebutuhan secara profesional. Sumber foto : */Istimewa

UPDATEBALI.com, GIANYAR – Transformasi digital terus mengubah pola bisnis industri pariwisata, termasuk dalam pengelolaan reservasi.

Sistem pemesanan yang sebelumnya banyak mengandalkan telepon, email, maupun pesan singkat kini mulai bergeser ke platform digital yang lebih cepat, praktis, dan terintegrasi.

Melihat kebutuhan tersebut, Hybrid Booking hadir sebagai penyedia sistem reservasi online atau booking engine yang dirancang untuk membantu pelaku usaha pariwisata mengelola pemesanan secara lebih profesional.

Perusahaan yang berdiri sejak 2015 tersebut berkantor di Bypass Ida Bagus Mantra, Puri Chandra Asri A-25, Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali. Selama lebih dari satu dekade, Hybrid Booking mengembangkan sistem reservasi untuk berbagai sektor usaha pariwisata di Indonesia.

CEO dan Founder PT Reservasi Indonesia Sejahtera, Handhika Wicaksana, mengatakan ide pengembangan Hybrid Booking berawal dari persoalan yang kerap muncul dalam proses reservasi manual, mulai dari kesalahan pencatatan hingga potensi terjadinya double booking.

“Melihat proses reservasi manual, dari pelaku usaha pariwisata, yang berisiko mulai dari keasalahan penulisan, hingga terjadinya double booking, sekaligus menyita waktu tim operasional, membuat saya tercetus ide membangun platform berbasis website, berbentuk aplikasi booking engine, bernama Hybrid Booking,” jelas Handhika Wicaksana, selaku CEO dan Founder PT Reservasi Indonesia Sejahtera.

Selain persoalan operasional, pelaku usaha pariwisata juga masih banyak bergantung pada pihak ketiga untuk memperoleh pelanggan. Kondisi tersebut membuat sebagian pendapatan harus dialokasikan sebagai biaya atau komisi.

“Selain itu pelaku usaha masih bergantung pada pihak ketiga untuk mendapatkan tamu sehingga sebagian pendapatan harus dibagi. Padahal, banyak bisnis pariwisata telah memiliki website yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menerima pemesanan secara langsung. Hybrid Booking hadir untuk tujuan tersedianya sistem reservasi yang mudah digunakan dan terjangkau. Melalui sistem ini, pelaku usaha pariwisata, dapat menjual produknya sendiri secara online,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bangun Budaya Mutu, FKH Unud Gelar Rapat Persiapan Evaluasi Internal

Terhubung Langsung dengan Website

Hybrid Booking bukan agen perjalanan, Online Travel Agent (OTA), maupun agensi digital marketing. Platform ini berfungsi sebagai perangkat lunak reservasi yang dapat diintegrasikan dengan website milik pelaku usaha.

Melalui sistem tersebut, calon pelanggan dapat memilih produk yang tersedia, mulai dari kamar, tiket, trip, hingga aktivitas wisata. Tanggal pemesanan, harga, dan ketersediaan produk dapat ditampilkan secara real-time dengan dukungan pilihan bahasa dan mata uang.

Proses pembayaran juga dapat dilakukan melalui payment gateway yang terintegrasi. Setelah transaksi selesai, konfirmasi dan invoice dikirim secara otomatis kepada pelanggan.

Seluruh data pemesanan kemudian masuk ke dashboard yang dapat digunakan tim operasional untuk memantau reservasi, ketersediaan, laporan penjualan hingga kinerja agen.

Bagi usaha yang memasarkan produknya melalui sejumlah kanal penjualan, Hybrid Booking juga menyediakan integrasi dengan channel manager. Sistem tersebut memungkinkan pembaruan harga dan ketersediaan dilakukan secara bersamaan sehingga dapat membantu mengurangi risiko double booking.

Menjangkau Hotel hingga Operator Wisata

Seiring perkembangannya, Hybrid Booking menyediakan sejumlah layanan yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis pariwisata.

Booking Engine System menjadi salah satu layanan utama yang dapat ditanamkan pada website klien. Sistem tersebut mencakup Accommodation Booking Engine untuk hotel, villa dan penginapan, Activities Booking Engine bagi operator tur, watersport dan atraksi wisata, serta Transport Booking Engine untuk usaha fast boat, ferry, shuttle dan penyewaan kendaraan.

Baca Juga:  Putri Koster ajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Kain Tenun dalam FGD Analisis dan Evaluasi Hukum UMKM 

Selain itu, terdapat Channel Manager System untuk menyelaraskan harga dan ketersediaan di sejumlah kanal penjualan. Hybrid Booking juga menyediakan Central Reservation System yang dapat digunakan perusahaan dengan banyak produk, tim operasional maupun skema harga khusus bagi agen dan reseller.

Untuk kebutuhan pengelolaan properti, tersedia Property Management System yang mencakup proses check-in dan check-out digital, pengaturan housekeeping, penagihan serta pemantauan kamar secara real-time.

Sistem pembayaran juga terintegrasi melalui Payment Gateway dengan sejumlah pilihan metode pembayaran.

Bertumbuh Bersama Industri Pariwisata

Berbasis di Bali, Hybrid Booking berkembang bersama ekosistem industri pariwisata Pulau Dewata. Namun, pemanfaatan sistem tersebut kini telah menjangkau klien di berbagai daerah di Indonesia.

Teknologi berbasis cloud memungkinkan sistem dikelola dari berbagai lokasi selama tersedia koneksi internet. Penggunanya berasal dari beragam sektor, seperti hotel, villa, resort, homestay, operator fast boat dan ferry, penyedia transportasi dan shuttle, hingga pelaku usaha tour dan activity.

“Skala bisnis mitra kami beragam, mulai dari usaha keluarga yang baru go-online, hingga perusahaan yang mengelola banyak armada maupun properti. Jumlah mitra Hybrid Booking bertambah setiap tahun, sebagian besar di antaranya bertahan menggunakan sistem kami dalam jangka panjang, ada yang sudah lebih dari lima tahun. Bagi kami, itu ukuran yang lebih berarti daripada sekadar jumlah,” ungkap Handhika.

Baca Juga:  Bupati Badung Kunjungi Petang dan Kuta Selatan Serahkan Bantuan Idul Fitri

Digitalisasi Disertai Edukasi

Menurut Hybrid Booking, penerapan teknologi di industri pariwisata tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem. Perubahan kebiasaan pelaku usaha yang sebelumnya terbiasa menggunakan metode manual juga membutuhkan edukasi dan pendampingan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian perusahaan agar proses digitalisasi benar-benar memberikan dampak terhadap operasional bisnis.

Perkembangan metode pembayaran, kanal penjualan, serta perubahan perilaku wisatawan juga menuntut sistem reservasi untuk terus beradaptasi. Tantangan besar sempat muncul ketika pandemi Covid-19 pada 2020-2022 menyebabkan aktivitas perjalanan dan industri pariwisata mengalami penurunan drastis.

Di tengah kondisi tersebut, Hybrid Booking memanfaatkan masa sulit untuk melakukan pembenahan dan pengembangan sistem sekaligus mendampingi para mitra yang tetap menjalankan usahanya.

Bagi perusahaan, keberhasilan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan membantu pelaku usaha pariwisata menjadi lebih mandiri dalam mengelola reservasi.

Pelaku usaha yang sebelumnya mengandalkan pemesanan melalui pesan singkat kini dapat memiliki sistem pemesanan online sendiri dengan pembayaran yang lebih terdokumentasi dan laporan yang lebih tertata.

“Harapan sekaligus target kami adalah Hybrid Booking menjadi aplikasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, dengan mengedepankan dua hal, terjangkau dan efisien. Kami ingin sistem reservasi digital bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dimiliki perusahaan besar, melainkan alat kerja sehari-hari yang bisa dijangkau pelaku usaha pariwisata di seluruh Indonesia,” pungkas Handhika.

Informasi mengenai Hybrid Booking dapat diperoleh melalui website resmi perusahaan di www.hybridbooking.com.(*/updatebali)