UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Kepedulian terhadap nasib petani dan komitmen membangun sektor pertanian lokal ditunjukkan secara nyata oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
Dalam kegiatan Jumat Bersih yang berlangsung pada Jumat, 26 Juli 2025, Bupati Kembang melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon kakao di halaman Rumah Jabatan Bupati.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan penghijauan biasa, tetapi menjadi simbol penghormatan kepada para petani kakao yang telah menjadi tulang punggung perekonomian Jembrana.
“Ini bukan sekadar tanam pohon, tapi tanam harapan,” tegas Bupati Kembang Hartawan saat ditemui usai kegiatan.
“Saya ingin menjadikan halaman rumah jabatan ini bukan hanya tempat yang indah dipandang, tapi juga memiliki nilai edukasi dan penghormatan terhadap para petani kita. Kakao adalah salah satu komoditas unggulan Jembrana yang bernilai tinggi dan harus kita promosikan bersama-sama,” tambahnya.
Langkah inspiratif ini menjadi pembeda dari rumah jabatan kepala daerah pada umumnya yang biasanya lebih banyak ditanami tanaman hias. Sebaliknya, Rumah Jabatan Bupati Jembrana kini mulai memperlihatkan sisi kerakyatan dengan keberadaan pohon kakao sebagai penghormatan terhadap petani dan upaya membangun identitas pertanian lokal.
Tak berhenti di rumah jabatan, semangat ini juga akan dilanjutkan ke halaman depan Kantor Bupati Jembrana.
Dalam rangkaian kegiatan senam pagi bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Kembang turut menggali lubang yang nantinya akan menjadi tempat penanaman pohon kakao berikutnya.
“Kami ingin menanamkan semangat keberpihakan kepada pertanian, dimulai dari kantor pemerintah,” ujarnya.
Kabupaten Jembrana memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman kakao. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana tahun 2024, tercatat luas tanaman kakao yang telah menghasilkan mencapai 4.500,95 hektar dengan produksi sebesar 3.000,32 ton per tahun.
Perkebunan kakao tersebar hampir merata di seluruh kecamatan di wilayah Jembrana, memperlihatkan bahwa komoditas ini bukan hanya berperan penting secara ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat pedesaan.
Dengan jumlah produksi tersebut, kakao bukan hanya menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga petani, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Menurut Bupati Kembang, penanaman pohon kakao ini merupakan bagian dari upaya membangun narasi baru tentang pertanian lokal di Jembrana.
Kakao tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dijadikan identitas kebanggaan daerah yang mencerminkan kearifan lokal, semangat kerja keras, dan kesederhanaan masyarakat.
“Ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dan tamu-tamu yang datang ke rumah jabatan atau kantor bupati. Kita ingin tunjukkan bahwa pemerintah berpihak pada petani, dan keberpihakan itu bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti ini,” ungkapnya.
Langkah simbolis ini diharapkan mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai hasil bumi sendiri.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berencana terus mendorong berbagai program pengembangan kakao, mulai dari pelatihan petani, hilirisasi produk, hingga promosi branding kakao lokal Jembrana.
Melalui gerakan ini, Bupati Kembang ingin menanam benih harapan bagi masa depan pertanian Jembrana. Dengan menjadikan kakao sebagai ikon, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat melihat peluang besar di sektor pertanian dan tidak ragu untuk ikut berkontribusi dalam membangun daerah melalui pengembangan potensi lokal.
“Kalau kita semua menanam, merawat, dan mempromosikan hasil bumi kita, saya yakin Jembrana akan menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Bupati Kembang Hartawan.(yud/ub)





