spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungHargai Akulturasi Budaya Bali dan Cina, Wabup Badung Resmikan Gedung Serbaguna Vihara...

Hargai Akulturasi Budaya Bali dan Cina, Wabup Badung Resmikan Gedung Serbaguna Vihara Dharmayana Kuta

UPDATEBALI.com, BADUNG – Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, turut hadir dalam peresmian Balai Serbaguna Dharma Semadhi Vihara Dharmayana Kuta Leeng Gwan Bio, pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan pejabat setempat, di antaranya Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Buddha Wise Sanatha, Ida Rsi Ibu Buddha Maha Dewi, Romo Pandito, serta Ketua DPRD Kabupaten Badung Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung Komang Graha Wicaksana, Yayuk Agustin Lesi, dan Tripika Kuta.

Baca Juga:  KBS Festival 2023 Sebagai Ajang Menggencarkan Penggunaan Produk Lokal Bali

Balai Serbaguna Dharma Semadhi yang baru saja direvitalisasi ini mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Badung melalui Induk 2024.

Dalam sambutannya, Wabup Suiasa mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya harapan krama Banjar Dharma Semadi dengan berdirinya gedung tersebut.

“Saya bangga melihat Gedung Serbaguna ini, yang begitu mewah dengan desain yang sangat cantik dan megah. Kita patut bersyukur dengan dilakukannya revitalisasi bangunan serbaguna ini,” kata Wabup Suiasa.

Baca Juga:  Wabup Badung Dorong Pencak Silat Bali Go Internasional

Lebih lanjut, Suiasa menekankan pentingnya momentum tersebut untuk meresapi dan memperkuat komitmen akulturasi budaya dan agama di Bali, yang menurutnya sudah terjalin sejak zaman kerajaan Balingkang. “Budaya Hindu dan Budha tidak akan terpisahkan,” ujar Suiasa.

Kelihan Banjar Dharma Semadi, Adi Dharmaja Kusuma, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Badung atas dukungannya dalam revitalisasi gedung serbaguna tersebut.

Baca Juga:  Wabup Badung Pimpin Rapat Forum Guru KSPAN untuk Perangi HIV/AIDS dan Narkoba

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Badung yang telah membantu pelaksanaan revitalisasi ini,” ungkapnya.

Acara peresmian dilanjutkan dengan prosesi melaspas secara tradisi Tionghoa dan paritta-paritta suci yang dipimpin oleh Bhikkhu Suci, serta prosesi mecaru mendem pedagingan menurut tradisi umat Hindu yang dipimpin oleh Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesa Atha. (den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments