UPDATEBALI.com, TABANAN – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Baladika Bali yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, pada Senin, 5 Mei 2025.
Peringatan HUT kali ini mengangkat tema “Tri Hita Karana untuk Bali Santi”, mencerminkan harapan akan terciptanya keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama.
Sejak 17 April 2025, rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan telah digelar, seperti sembahyang bersama, aksi bersih-bersih pantai dan ruang publik, penanaman pohon, penebaran benih ikan, hingga kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan donor darah.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan komponen masyarakat, di antaranya Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua Dewan Pengawas Aliansi Baladika Bali Jero Mangku Lanang Istri, Anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Tabanan, perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, serta anggota Baladika Bali, Laskar Bali, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, I Nyoman Giri Prasta menegaskan peran strategis Baladika Bali sebagai organisasi masyarakat yang konsisten menjaga nilai-nilai adat dan budaya Bali. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap eksistensi desa adat dan peran pecalang sebagai garda terdepan dalam sistem sosial dan keamanan tradisional Bali.
“Kita sebagai ormas harus tetap tegak lurus terhadap adat, karena kita berada di bawah naungan desa adat masing-masing. Pecalang adalah bhaga pawongan yang memperkuat sistem adat tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tabanan Sanjaya memberikan apresiasi tinggi atas peran Baladika Bali sebagai penjaga keamanan dan pelestari budaya Bali. Ia menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dilakukan hanya dengan seremoni semata, namun membutuhkan keberanian dan dedikasi nyata.
“Di Tabanan, bahkan di seluruh Bali, masyarakat hidup dalam tatanan budaya luhur, dari tarian, gamelan, hingga upacara adat yang selalu disambut dengan senyum ramah. Tapi semua ini tidak akan lestari jika hanya dirawat secara simbolik. Kita butuh penjaga sejati yang siap berdiri di garis depan saat warisan budaya kita terancam,” ujar Bupati Sanjaya.
Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi dan kebersamaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen Baladika Bali dalam menjaga kearifan lokal, lingkungan, dan solidaritas sosial demi Bali yang damai dan harmonis.(den/ub)





