Hadapi Pesatnya Perkembangan Kuta Utara, Bupati Adi Arnawa Perkuat Kapasitas Aparat Lingkungan

0
269
Bupati Wayan Adi Arnawa saat membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas bagi Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas bagi Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8). Sumber foto : Humas Badung/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis, 20 Agustus 2026.

Bimtek digelar untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi sekaligus menyatukan persepsi para aparat kewilayahan dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Adi Arnawa menyoroti posisi Kuta Utara yang memiliki tiga kelurahan dan tiga desa. Perkembangan wilayah tersebut semakin pesat seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata dan menjadikannya salah satu kawasan tujuan wisata di Kabupaten Badung.

“Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Bagendra Sari Gerih

Menurut Bupati, perkembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesiapan daya dukung wilayah. Pertumbuhan sektor wisata yang berkualitas juga dinilai dapat membuka peluang investasi serta meningkatkan kunjungan ke Bali, khususnya Kabupaten Badung.

“Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang,” ungkap Bupati.

Sebagai aparat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Kaling dan Kelian Banjar Dinas diminta menjalankan tugas secara tulus, transparan, dan sesuai batas kewenangan.

Salah satu perhatian khusus diarahkan pada pendataan penduduk non-permanen, terutama warga yang tinggal di rumah kos. Pendataan yang lebih ketat dinilai penting untuk memastikan validitas administrasi kependudukan sekaligus membantu menjaga ketertiban dan mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan.

Baca Juga:  Bupati Badung Buka Sarasehan Pejuang Dialisis, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Dukungan Pasien

Untuk pelayanan dokumen kependudukan, Bupati meminta jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan pelayanan yang optimal serta tetap berpedoman pada regulasi.

“Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Badung.

Di sisi lain, Pemkab Badung juga terus mendorong pembangunan infrastruktur untuk mendukung aktivitas masyarakat dan keberlanjutan pariwisata di Kuta Utara. Pembangunan sejumlah ruas jalan baru diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di kawasan tersebut.

Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, menyampaikan Bimtek tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada sejumlah regulasi daerah dan ketentuan perundang-undangan mengenai kependudukan.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Pimpin Ramah Tamah Pengurus Jaga Baya Pasek Kecamatan Mengwi

“Bimtek ini diikuti oleh 89 peserta, yang terdiri dari 46 Kepala Lingkungan dan 43 Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara,” papar Gede Bayu.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tugas di wilayah. Materi tersebut meliputi Administrasi Kependudukan, peran Kaling dan Kelian Banjar Dinas dalam pemerintahan, Sistem Pengolahan Sampah Terpadu, hingga penegakan Peraturan Daerah.

Peserta juga memperoleh materi mengenai Bantuan Sosial (Bansos), Pendataan Wajib Pajak melalui SIOPD, perizinan bangunan dan usaha, serta skema penanganan warga negara asing (WNA).

Pembukaan Bimtek turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari sejumlah OPD Pemkab Badung, serta para Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.(den/updatebali)