Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG Minta Masyarakat Jauhi Kali Bebeng

0
326

 

UPDATEBALI.com, YOGYAKARTA – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan, Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu 11 Maret 2023 ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak.

"Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya," katanya.

Baca Juga:  Polsek Kuta Bantu Bersihkan Pohon Tumbang Demi Kelancaran Aktivitas Masyarakat

{bbbanner}

Pihaknya meminta masyarakat menjauhi jarak bahaya 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.

Hingga saat ini BPPTKG belum meberikan laporan resmi terkait jarak luncur awan panas guguran tersebut.

Berdasarkan pengamatan pada Sabtu 11 Maret 2023 mulai pukul 06.00-12.00 WIB, BPPTKG mencatat satu kali guguran lava keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

Baca Juga:  Petugas Kebersihan Universitas Bali Internasional Tenemukan Bunga Bangkai Langka

Selama periode itu, Gunung Merapi juga tercatat mengalami sembilan kali gempa guguran, satu kali gempa fase banyak, dan 19 kali gempa vulkanik dalam, demikian Agus Budi Santoso.(ub/antara)