UPDATEBALI.com, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Rusia, yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, di Jaya Sabha, Denpasar, Senin, 8 Juni 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan sekaligus memperluas kerja sama antara Bali dan Saint Petersburg di berbagai sektor.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Rusia yang dinilainya sebagai wujud eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia, khususnya Bali dan Saint Petersburg.
“Terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Saint Petersburg dan Bali. Ini merupakan wujud hubungan baik antara Indonesia dan Rusia,” ujar Koster.
Menurutnya, sejumlah kerja sama yang telah berjalan mencakup bidang pendidikan, pariwisata, dan olahraga. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kunjungan ke Rusia yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Juni tahun ini, namun harus ditunda karena sejumlah pertimbangan.
“Saya sangat berkeinginan berkunjung ke Rusia. Mudah-mudahan ke depan dapat dijadwalkan kembali,” katanya.
Koster turut mengapresiasi peningkatan jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Bali dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai wisatawan Rusia semakin memahami aturan yang berlaku serta menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali.
“Ada yang datang untuk berwisata dan ada pula yang berinvestasi. Kami sangat terbuka terhadap investasi sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menghormati kearifan lokal Bali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mendorong promosi wisata dua arah sehingga tidak hanya wisatawan Rusia yang datang ke Bali, tetapi juga masyarakat Bali dapat mengenal dan mengunjungi Rusia, khususnya Saint Petersburg.
“Kita perlu melakukan pertemuan secara rutin untuk mempromosikan pariwisata kedua wilayah,” imbuhnya.
Terkait rencana kunjungan ke Saint Petersburg, Koster mengatakan akan dilakukan koordinasi lebih lanjut mengingat adanya agenda pemilihan parlemen di Rusia. Ia menegaskan seluruh kerja sama internasional yang dijalin daerah tetap harus memperoleh persetujuan pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia dibangun di atas fondasi persahabatan yang kuat. Ia berharap berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera direalisasikan.
“Saya sangat senang bisa datang ke Bali. Kami berharap berbagai proyek kerja sama dapat diwujudkan, termasuk pengembangan transportasi yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kalganov dari Kantor Gubernur Saint Petersburg mengundang Pemerintah Provinsi Bali untuk menghadiri agenda di Saint Petersburg pada September mendatang yang bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan parlemen setempat. Ia juga mendorong percepatan penandatanganan kerja sama persahabatan antara kedua provinsi yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober 2026.
“Kami akan menunggu kedatangan delegasi Bali ke Saint Petersburg. Kota kami indah di setiap musim, termasuk saat musim salju,” katanya.
Kalganov menambahkan, Pemerintah Saint Petersburg menantikan kunjungan resmi Gubernur Bali untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama budaya antara kedua wilayah. Selain itu, Rusia juga berencana mengirimkan delegasi ke Bali dalam waktu dekat guna menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi yang telah dibahas.
Harapan serupa disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov. Ia optimistis hubungan antara Bali dan Saint Petersburg dapat menjadi contoh kerja sama antardaerah yang produktif dan saling menguntungkan.
“Saya yakin hubungan antara Bali dan Saint Petersburg dapat menjadi contoh kerja sama daerah yang baik bagi wilayah lainnya,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan prosesi bersulang menggunakan arak Bali yang mendapat apresiasi dari seluruh delegasi Rusia.
Kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, tim Kantor Gubernur Saint Petersburg, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia tersebut difasilitasi oleh Prof. Connie Rahakundini Bakrie selaku Guru Besar sekaligus Ambassador of Science and Education dari St Petersburg State University.
Turut hadir dalam pertemuan itu Konsul Jenderal Rusia di Bali, Ivan Ivanovich Zavorin, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (yud/ub)





