spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungGubernur Koster Kenalkan Garam Tradisional Bali di Forum Akademisi Kelautan Nasional

Gubernur Koster Kenalkan Garam Tradisional Bali di Forum Akademisi Kelautan Nasional

updatebali.com/MANGUPURA – Gubernur Bali Wayan Koster memanfaatkan forum akademisi perikanan dan kelautan tingkat nasional untuk memperkenalkan potensi garam tradisional Bali.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI) di Gedung Widyasabha Kampus Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Selasa 19 Mei 2026.

Forum tersebut diikuti akademisi dari 67 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi perikanan dan kelautan. Dalam kesempatan itu, Koster memaparkan kekayaan sumber daya kelautan Bali, termasuk sektor produksi garam tradisional yang dinilai memiliki kualitas unggulan.

Menurutnya, Bali memiliki garis pantai sekitar 630 kilometer dengan wilayah laut mencapai 9.000 kilometer persegi yang menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Selain hasil tangkapan seperti tuna, tongkol, udang, dan kerapu, sejumlah wilayah pesisir Bali juga dikenal sebagai sentra produksi garam tradisional.

Baca Juga:  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Gelar BK FMIPA ke-39

Kawasan Kusamba di Klungkung, Tejakula di Buleleng, serta Amed di Karangasem disebut sebagai daerah penghasil garam tradisional yang telah dikenal luas karena kualitas dan cita rasanya.

Koster menjelaskan, garam Bali yang diproses secara tradisional memiliki karakteristik khas sehingga diminati sektor perhotelan hingga pasar ekspor.

“Saya sudah urus Indikasi Geografis (IG) atas garam tradisional yang dihasilkan tiga wilayah tersebut agar terlindungi dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani garam,” ujarnya.

Selain perlindungan IG, Pemerintah Provinsi Bali juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali sebagai bentuk dukungan terhadap petani garam lokal.

Namun demikian, Koster menyoroti kendala yang masih dihadapi garam tradisional Bali untuk masuk ke pasar ritel modern. Salah satu persoalan yang dihadapi yakni standar kandungan yodium yang dinilai belum memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  Menkumham Resmikan 717 Posbankum di Bali, Bupati Adi Arnawa Terima Penghargaan Layanan Hukum Desa

“Ini yang agak lucu, katanya garam trandisional Bali kadar yodiumnya kurang dari 20, saya sudah sempat komunikasikan ini dengan BPOM,”ujarnya.

Ia menilai regulasi terkait standar produk perlu dikaji agar tidak menghambat pemanfaatan potensi kelautan daerah yang sebenarnya sangat besar.

“Potensi besar, tapi justru tidak dimanfaatkan dan kita malah import,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga mengapresiasi pelaksanaan FKPTPKI dan berharap forum akademisi tersebut dapat melahirkan rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Wayan Nuarsa menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekonomi biru melalui riset dan inovasi.

Baca Juga:  Rakor Pemulihan Pembangunan Pasca Bencana, Bupati Sanjaya Dukung Langkah Strategis Pemprov Bali

“Dunia kampus, khususnya prodi kelautan dan perikanan punya peran strategis dalam mengoptimalkan potensi kelautan,” ucapnya.

Ia berharap forum tersebut mampu menjadi ruang kolaborasi antarkampus dan pemerintah untuk menjawab berbagai tantangan sektor kelautan dan perikanan.

“Saya berharap, dari pertemuan ini tak hanya lahir rekomendasi tapi juga elaborasi perguruan tinggi, pemerintah, sektor kelautan dan perikanan,” imbuhnya.

Ketua FKPTPKI Fredinan Yulianda menjelaskan, forum tersebut menjadi wadah penguatan kerja sama antarperguruan tinggi bidang perikanan dan kelautan yang terus berkembang sejak dibentuk pada 2024.

Sedangkan Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana menyampaikan kebanggaannya karena Unud dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

“Pertemuan ini bisa menjadi momentum untuk menghasilkan gagasan yang konstruktif dan riset di bidang perikanan dan kelautan,” pungkasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments