spot_img
spot_img
BerandaBaliGubernur Bali Bahas Taksi Listrik Bersama Pelaku Transportasi, Ini Fokus Utamanya

Gubernur Bali Bahas Taksi Listrik Bersama Pelaku Transportasi, Ini Fokus Utamanya

UPDATEBALI.comDENPASARGubernur Bali, Wayan Koster menggelar rapat koordinasi bersama pelaku usaha transportasi dan pengurus koperasi taksi di Ruang Rapat Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis 14 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membahas percepatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari pelaku usaha transportasi di Bali.

Dalam pertemuan itu, Koster menekankan pentingnya sistem transportasi yang tertata, modern, dan ramah lingkungan guna mendukung posisi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

“Berkaitan dengan upaya kita menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata, salah satunya harus melalui pengelolaan transportasi yang baik. Saya juga ingin mendengar apa saja keluhannya agar kita bisa antisipasi bersama-sama,” ujar Koster.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki landasan kebijakan yang jelas terkait penggunaan kendaraan listrik melalui Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong energi bersih sekaligus menjaga lingkungan Bali.

Baca Juga:  Warga Serangan Tak Lagi Terpinggirkan, Perda Baru Gubernur Koster Pastikan Akses Pantai Terjaga

“Yang perlu saya tekankan, lingkungan yang bersih dan udara yang bersih adalah kebutuhan kita. Karena itu penggunaan kendaraan listrik harus terus didorong sebagai bagian dari menjaga alam Bali,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta memaparkan bahwa Bali menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong transportasi rendah emisi melalui integrasi kendaraan listrik dalam sistem transportasi.

Ia menjelaskan, Pemprov Bali telah menyusun Rencana Aksi Daerah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) 2022–2026 sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi kendaraan.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Hadiri Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah

Hingga 31 Maret 2026, jumlah kendaraan listrik di Bali tercatat mencapai 14.318 unit yang terdiri dari 9.893 sepeda motor listrik dan 4.425 mobil listrik. Sebaran kendaraan listrik terbesar berada di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Selain itu, Dishub Bali juga tengah menyiapkan roadmap elektrifikasi taksi. Pada skema optimistis 2026–2028 ditargetkan penambahan 3.155 kendaraan listrik dengan estimasi investasi mencapai Rp1,262 triliun.

Kadek Mudarta menilai percepatan elektrifikasi transportasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pembiayaan kendaraan listrik, penyediaan SPKLU, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik.

Dalam forum tersebut, Ketua DPD Organda Bali, I Nyoman Arthaya menyatakan dukungannya terhadap program peremajaan armada transportasi menjadi kendaraan listrik. Namun ia juga meminta pemerintah menertibkan angkutan ilegal yang beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi aturan angkutan umum.

Baca Juga:  Satgas Bali: Cakupan Vaksinasi Penguat 54,37 persen

Selain itu, Organda Bali berharap adanya dukungan pemerintah dalam bentuk asistensi maupun bantuan pengadaan kendaraan untuk mendukung proses elektrifikasi armada.

Masukan serupa turut disampaikan Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucipta. Ia menyebut pihak koperasi telah mulai melakukan langkah bertahap menuju penggunaan kendaraan listrik, termasuk mendukung operasional transportasi di kawasan bandara sejak pelaksanaan KTT G20.

Meski demikian, modernisasi armada masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pembiayaan dan pembangunan fasilitas pendukung kendaraan listrik di kawasan bandara.

Ia menargetkan sekitar 25 persen armada taksi di bawah koperasinya dapat beralih menggunakan kendaraan listrik pada tahun ini.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments