
UPDATEBALI.com, BANGLI – Keterampilan tata rias dan penataan rambut terus didorong menjadi salah satu bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Hal tersebut dilakukan Forum Puspa Kabupaten Bangli melalui pelatihan sanggul dan make up yang berlangsung di Gedung PLUT Bangli, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Puspa Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar. Pelatihan digelar melalui kolaborasi Forum Puspa Provinsi Bali dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali.
Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Sekretaris I Forum Puspa Provinsi Bali, Kepala Bidang PPHP Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, perwakilan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Bangli, Camat Bangli, Lurah Kawan, serta para peserta pelatihan.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai teknik penataan rambut dan sanggul, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Materi tata rias dan penataan rambut diberikan oleh Ibu Rai dari Ari Salon.
Pembelajaran secara praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami tahapan penataan sanggul sekaligus teknik dasar make up yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan.
Dukungan terhadap peserta juga diberikan melalui pembagian paket peralatan pelatihan berupa sanggul dan perlengkapan make up. Paket tersebut diserahkan oleh Sekretaris I Forum Puspa Provinsi Bali bersama Ketua Forum Puspa Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar.
Suciati Diar mengatakan pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru.
“Dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam menata rambut atau sanggul sesuai dengan kebutuhan acara atau upacara adat. Serta membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha atau pekerjaan di bidang tata rias,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan jasa tata rias dan penataan rambut masih cukup besar, khususnya dalam berbagai kegiatan sosial dan upacara adat di Bali. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Karena itu, peserta diharapkan dapat terus mengasah kemampuan setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi modal untuk menerima jasa tata rias maupun membuka usaha secara mandiri.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong peningkatan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekitar.
Forum Puspa Kabupaten Bangli berharap sinergi dengan Forum Puspa Provinsi Bali, Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, serta berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(yud/ub)


