spot_img
spot_img
BerandaBaliForum PUSPA Bali Tekankan Sinergi Perlindungan Anak, Bangli Fokus Wujudkan KLA yang...

Forum PUSPA Bali Tekankan Sinergi Perlindungan Anak, Bangli Fokus Wujudkan KLA yang Berkelanjutan

UPDATEBALI.com, BANGLI – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giriprasta, menegaskan bahwa predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif semata, melainkan harus diwujudkan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak yang benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga dan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bersama Forum PUSPA Provinsi Bali di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Setda Kabupaten Bangli, Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri perangkat daerah, Gugus Tugas KLA Bangli, Forum Anak Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang perlindungan perempuan dan anak.

“Kita tidak boleh hanya mengejar predikat. Yang paling penting adalah memastikan hak-hak anak benar-benar terpenuhi dan perlindungan terhadap perempuan serta anak dapat dirasakan hingga tingkat keluarga dan masyarakat,” tegas Ny. Seniasih Giriprasta.

Baca Juga:  Takut Korban Bertambah, UPTD PPA Jembrana Apresiasi Pengungkapan Dua Pelaku Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Ia menekankan bahwa keberhasilan KLA harus diukur dari dampak nyata kebijakan terhadap tumbuh kembang anak, bukan sekadar penghargaan yang diperoleh daerah. Karena itu, ia mendorong penguatan peran Forum PUSPA sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau persoalan sosial di masyarakat.

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk Forum Anak, Forum GenRe, PKK, organisasi perempuan, desa adat, dunia usaha, media, hingga keluarga sebagai garda terdepan.

Ia juga menyoroti tantangan baru di era digital, di mana anak-anak semakin rentan terhadap pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi informasi. Kondisi ini menuntut peran aktif keluarga dalam memberikan pendampingan, pengawasan, serta pendidikan karakter sejak dini.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Resmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya, Layani Konsultasi hingga Penanganan Stunting

“Anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergotong royong memastikan anak-anak Bali tumbuh sehat, aman, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perlakuan salah lainnya. Ia menyebut Forum PUSPA terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penyelenggaraan KLA di Bangli.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli memaparkan capaian daerah dalam penyelenggaraan KLA. Kabupaten Bangli tercatat meraih predikat Pratama selama tiga tahun berturut-turut dan meningkat menjadi predikat Madya pada tahun 2024.

Baca Juga:  Kakek di Buleleng Tega Cabuli Tetangganya Usia 5 Tahun

Berbagai program pendukung terus diperkuat, mulai dari layanan perlindungan perempuan dan anak, sekolah ramah anak, fasilitas kesehatan ramah anak, peningkatan kepemilikan akta kelahiran dan KIA, hingga penguatan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor.

Dalam sesi diskusi, peserta turut membahas isu strategis seperti perlindungan anak di era digital, penguatan literasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas pendukung bagi peserta didik. Forum Anak Daerah Bangli juga menyampaikan harapan agar ruang partisipasi anak semakin diperluas.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Bangli yang layak anak, sekaligus memastikan pemenuhan hak anak, perlindungan khusus, dan terciptanya lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments