UPDATEBALI.com, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan Second Level Domain bali.go.id dalam sebuah acara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali pada Kamis, 11 Desember 2025.
Peresmian ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang menegaskan pentingnya pelestarian aksara Bali di era digital.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyoroti semakin menurunnya penggunaan aksara Bali, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, aksara Bali kini lebih banyak digunakan oleh kalangan orang tua saat membaca lontar, sehingga dikhawatirkan perlahan ditinggalkan.
“Kita harus mewarisi, menjaga, dan menggunakan aksara Bali. Aksara Bali tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki taksu yang menjadi identitas peradaban kita,” ujar Koster.
Ia juga menegaskan bahwa aksara Bali harus ditampilkan lebih menonjol dibanding aksara Latin dalam berbagai media publik. Mulai 2026, pemerintah akan melakukan penertiban terhadap toko atau fasilitas umum yang tidak memanfaatkan aksara Bali pada papan nama maupun identitas usaha.
“Ini bukan sekadar aturan. Menggunakan aksara Bali adalah bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur,” tegasnya.
Koster menambahkan, berbagai program telah disiapkan untuk meningkatkan minat generasi muda, termasuk penguatan Bulan Bahasa Bali yang digelar setiap Februari, serta memperbanyak lomba aksara Bali di berbagai tingkatan.
Peluncuran domain bali.go.id menjadi tonggak baru digitalisasi aksara Bali. Gubernur Koster mengapresiasi kolaborasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Dinas Kebudayaan, Dinas Kominfo, akademisi Universitas Udayana, serta para inovator yang turut mendorong realisasi platform ini.
“Saya berterima kasih kepada PANDI yang telah menghadirkan wahana digital yang menghubungkan warisan adiluhur aksara Bali dengan platform global. Ini pertama di Indonesia, dan Bali menjadi contoh,” kata Koster.
Ia juga meminta Dinas Kebudayaan memperjuangkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk melindungi aksara Bali dari klaim pihak lain.
Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan hasil perjuangan tiga tahun dalam proses Label Generation Rules (LGR) agar aksara Bali dapat diadopsi secara resmi secara global. Proses tersebut melibatkan persetujuan dari ICANN, lembaga internasional yang mengatur standarisasi nama domain internet.
“Inovasi ini bukan hanya alamat internet, tetapi jembatan antara warisan budaya dan kemajuan teknologi. Aksara Bali kini dapat hidup di ruang digital dan dipelajari oleh masyarakat dunia,” ujarnya.
PANDI menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah mendorong penggunaan domain aksara Bali secara luas oleh mahasiswa, desa adat, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha.
Pada 2026, PANDI juga menargetkan peluncuran aplikasi newdigital.id serta pembukaan pendaftaran domain dot.bali versi Latin pada April 2026. Tahap ini diharapkan mampu memperkuat digitalisasi budaya Bali secara lebih masif.
Di akhir acara, John Sihar Simanjuntak, menegaskan bahwa keberlangsungan aksara Bali berada di tangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Selama Bali ada, selama itu pula aksara Bali harus hidup. Kita adalah pewaris peradaban besar ini. Gunakanlah aksara Bali dengan bangga,” ujarnya sebelum menutup launching secara resmi.
Peluncuran bali.go.id menjadi momentum penting bagi Bali, menandai langkah maju dalam melestarikan aksara daerah melalui teknologi modern. Pemerintah berharap platform baru ini dapat menjadi ruang edukasi, inovasi, dan penguatan identitas budaya di era digital.(den/ub)




