UPDATEBALI.com, DENPASAR – Ekonomi Bali mencatat pertumbuhan sebesar 5,98% (year-on-year) pada triwulan pertama tahun 2024, meningkat dari 5,86% pada triwulan sebelumnya dan lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 5,11%. Dengan pertumbuhan ini, Bali menempati peringkat keenam pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G.A. Diah Utari mengatakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif, Bank Indonesia mendukung program transformasi ekonomi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
“Program ini mendorong pembangunan sektor-sektor unggulan selain pariwisata. Menurut kajian Bappenas tahun 2021, dibutuhkan dukungan pembiayaan investasi secara kumulatif sebesar lebih dari delapan ribu triliun rupiah selama periode 2022–2045 untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Diah pada 7 Juni 2024.
Ia juga menjelaskan, sebagai bagian dari upaya menarik investasi berkelanjutan, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali akan menyelenggarakan acara unggulan tahunan, Bali Jagadhita 2024.
“Acara ini akan digelar mulai 10 Juni 2024 di The Meru Sanur dan mengusung tema “Guna Gina Wisata Bali Hita”,” jelasnya.
Bali Jagadhita, yang telah diadakan sejak 2020, bertujuan mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI). Pada tahun kelimanya, acara ini akan fokus pada promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi, dengan melibatkan pelaku usaha dari Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita 2024 meliputi:
1. Promosi Investasi:
– Menampilkan proyek-proyek siap tawar milik Pemerintah Daerah untuk business matching dan one-on-one meetings dengan investor potensial.
– Showcase proyek investasi dan aset potensial milik Pemerintah Daerah.
– Fasilitasi kunjungan ke salah satu proyek strategis di Bali.
2. Promosi Perdagangan:
– Diselenggarakan di The Living World Mall pada 11-13 Juni 2024, diikuti oleh sekitar 70 UMKM dari Bali, NTB, dan NTT.
– Kegiatan mencakup business matching, talkshow, workshop UMKM, pasar murah, aneka lomba, hiburan, dan fashion show untuk memperluas akses pemasaran UMKM ke pasar domestik dan global.
3. Promosi Pariwisata:
– Kolaborasi dengan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) yang diselenggarakan oleh ASITA pada 12-14 Juni 2024 di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua.
– Fokus pada desa wisata yang mengangkat kebudayaan lokal, melibatkan seller dan buyer dari 51 negara, untuk meningkatkan eksposur desa wisata di pasar internasional.
4. Layanan Publik:
– Layanan pengurusan NIB dari Pemerintah Provinsi Bali.
– Layanan administrasi hukum, kekayaan intelektual, dan imigrasi dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.
– Sistem layanan informasi keuangan dari OJK.
Melalui Bali Jagadhita 2024, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan UMKM, investasi berkelanjutan, dan pariwisata berkualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif.(yan/ub)





