Dua Korban Masih Hilang, Wagub Giri Prasta Pantau Pencarian Longsor di Eco Park Pelaga

0
59
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi longsor di Pelaga, Badung, dengan memprioritaskan pencarian dua korban hilang serta mendorong penguatan mitigasi bencana di kawasan wisata.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi longsor di Pelaga, Badung, dengan memprioritaskan pencarian dua korban hilang serta mendorong penguatan mitigasi bencana di kawasan wisata. Sumber foto : Humas Pemprov Bali/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Kabupaten Badung Made Bima Nata meninjau lokasi bencana tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Senin, 2 November 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dan proses pencarian dua orang yang dilaporkan masih hilang akibat longsor berjalan optimal.

Bencana yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan tanah longsor disertai aliran air deras yang menerjang kawasan akomodasi wisata.

Wagub Giri Prasta menegaskan keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia meminta seluruh unsur terkait mengoptimalkan pencarian korban dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.

“Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus kita lihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen yang ada di sini, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal,” tegasnya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bali Hadiri Rakornas Bahas Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, dan TNI. Sejak pagi, petugas melakukan penyisiran di sekitar titik longsor hingga kawasan hilir untuk mencari dua korban yang belum ditemukan.

Upaya pencarian juga didukung dengan pengaturan debit air melalui penutupan bendung di bagian utara kawasan guna meningkatkan keselamatan petugas serta memperlancar pembersihan material longsor.

Menurut Giri Prasta, pencarian diprioritaskan pada area yang tertimbun material longsor. Apabila korban belum ditemukan, penyisiran dilanjutkan sepanjang aliran air, dari kawasan hilir menuju lokasi kejadian.

“Harapan kami, kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, apa pun kondisinya, tim sudah bersiap dan akan terus melakukan upaya pencarian,” ujarnya.

Terkait durasi operasi, Wagub menyampaikan pencarian dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Evaluasi akan dilakukan setelah tujuh hari dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, perkembangan pencarian, serta permintaan keluarga korban.

Baca Juga:  Wabup Ipat Lantik Pengurus Sepeda Tua Jembrana

Ia turut mengapresiasi kesigapan seluruh petugas dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Giri Prasta juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi cuaca dan medan yang masih berisiko.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terjadi di kawasan wisata Pelaga. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap aspek keselamatan dan kondisi lingkungan, khususnya pada kawasan akomodasi wisata berbasis alam di wilayah Badung Utara.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata alam dan agrowisata harus memperhatikan potensi kerawanan bencana serta keselamatan wisatawan, pekerja, dan masyarakat sekitar.

“Berangkat dari kejadian ini, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, meskipun dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh. Namun demikian, evaluasi tetap perlu dilakukan agar tidak kembali menimbulkan korban, baik di lokasi ini maupun di tempat lainnya di Badung,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga:  Buka Turnamen Olahraga KORPRI 2022, Wagub Cok Ace Minta Jaga Sportivitas dan Pererat Persaudaraan

Bupati Badung menyatakan evaluasi perlu mencakup kondisi lingkungan, aspek keamanan kawasan, serta kesiapsiagaan pengelola dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana.

Ia juga mengapresiasi sinergi Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan penanganan bencana.

Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan korban hingga langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya korban tambahan.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung penanganan darurat sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana, khususnya di kawasan yang memiliki potensi kerawanan longsor.

Selain memastikan pencarian dua korban tetap menjadi prioritas, pemerintah juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan pengawasan terhadap keamanan kawasan wisata berbasis alam.

Penanganan bencana di Pelaga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan destinasi wisata yang memperhatikan kondisi lingkungan, potensi risiko bencana, serta keselamatan masyarakat dan wisatawan.(yud/updatebali)