spot_img
spot_img
BerandaBaliDorong Daya Saing UMKM, Putri Koster Minta Potensi Lokal Diolah Jadi Produk...

Dorong Daya Saing UMKM, Putri Koster Minta Potensi Lokal Diolah Jadi Produk Unggulan

UPDATEBALI.com, BANGLI – Antusiasme masyarakat yang memadati Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.

Tidak hanya warga Bangli, masyarakat dari berbagai daerah seperti Badung, Gianyar, Klungkung, hingga Denpasar turut datang untuk berbelanja langsung dari petani, pelaku UMKM, dan perajin lokal yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Suasana tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas Putri Koster saat berdialog dengan masyarakat melalui siaran interaktif Radio RPKB Bali di Bangli, Rabu, 8 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Pasar Rakyat bukan sekadar tempat berlangsungnya transaksi jual beli, melainkan juga ruang berbagi dan sarana menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut Putri Koster, Pasar Rakyat lahir dari keinginan untuk mempererat kebersamaan antarpengurus TP PKK se-Bali sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Selama ini, pertemuan para pengurus lebih banyak dilakukan melalui rapat dan agenda formal. Melalui Pasar Rakyat, kebersamaan tersebut diwujudkan dalam aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

“Pasar Rakyat menjadi ruang bagi kami untuk bergerak, berbagi, dan mempererat kebersamaan. Selain berkumpul, kami juga bisa menyapa masyarakat sekaligus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Putri Koster Resmi Tutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap III Tahun 2023

Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan Pasar Rakyat melibatkan seluruh TP PKK kabupaten/kota se-Bali yang turut membawa paket bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sementara TP PKK Provinsi Bali menyiapkan ratusan paket bantuan berupa beras, kebutuhan pokok, serta berbagai produk lokal yang dibeli langsung dari para pedagang di lokasi kegiatan.

Bagi Putri Koster, keberhasilan Pasar Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari dampak yang dirasakan para pelaku usaha kecil. Ia mengaku terharu melihat banyak pedagang yang harus kembali mengambil stok dagangan karena tingginya minat masyarakat.

“Hal-hal kecil seperti itu mampu menghadirkan kebahagiaan. Ketika melihat pedagang pulang dengan wajah sumringah karena hasil jualannya laris, di situlah kita merasakan bahwa kegiatan sederhana pun bisa memberikan manfaat yang besar,” ungkapnya.

Menurutnya, Pasar Rakyat juga berperan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok karena masyarakat dapat membeli produk langsung dari petani maupun produsen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. Di sisi lain, petani dan pelaku UMKM memperoleh keuntungan yang lebih optimal.

Baca Juga:  TP PKK Bali Perkuat UMKM Buleleng Lewat Program Berbelanja dan Berbagi, Dorong Ekonomi Lokal Tumbuh

Lebih lanjut, Putri Koster menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Peningkatan kualitas produk, penguatan jiwa kewirausahaan, serta pengembangan industri pengolahan berbasis potensi lokal juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha masyarakat.

Ia mencontohkan jeruk Kintamani yang memiliki kualitas unggul dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti jus, sirup, selai, hingga suvenir khas daerah yang dapat mendukung sektor pariwisata.

“Jangan hanya menjual hasil panen mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Putri Koster juga menyoroti pentingnya peran media penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, radio masih memiliki posisi strategis sebagai media yang dekat dan dipercaya masyarakat untuk menyampaikan informasi serta edukasi.

“Radio tetap memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengedukasi masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan media penyiaran sebagai sarana promosi,” tuturnya.

Baca Juga:  FH UNUD Menerima 4 Penghargaan pada Perayaan Puncak Dies Natalis UNUD ke-61

Selain membahas ekonomi kerakyatan, Putri Koster kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah sesuai amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Menurutnya, sebagian besar persoalan sampah dapat diatasi apabila masyarakat disiplin mengelola sampah organik menjadi kompos dan mendukung pengelolaan sampah anorganik secara terpadu.

“Sampah kelihatannya persoalan kecil, tetapi bila tidak dikelola dengan benar akan menjadi persoalan besar bagi generasi mendatang. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah kita masing-masing,” pesannya.

Di penghujung dialog, Putri Koster mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun Bali.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal, mencintai produk daerah, menjaga lingkungan, dan saling mendukung demi kemajuan bersama.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments