Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi, Pustakawan dan Guru Didorong Jadi Penggerak Berpikir Kritis

0
112
Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi, Pustakawan dan Guru Didorong Jadi Penggerak Berpikir Kritis
Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi, Pustakawan dan Guru Didorong Jadi Penggerak Berpikir Kritis. sumber foto : Kominfo Badung

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, kemampuan masyarakat dalam memilah, memahami, dan mengevaluasi informasi dinilai semakin penting. Untuk memperkuat kecakapan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi Kabupaten Badung, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang mendapat dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan tersebut berlangsung di Gedung Layanan Baca Sastra Mangutama, Diskerpus Badung.

Bimtek dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Badung.

Dalam sambutan tertulis Bupati Badung yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi kepada Diskerpus Badung dan Perpusnas RI atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Jaring Front Line People Terbaik Menuju KLHN 2025

“Perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, literasi informasi menjadi kemampuan yang sangat penting agar masyarakat mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menurut Bupati, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap informasi, tetapi juga harus mampu menilai kebenaran dan relevansi informasi sebelum menggunakannya.

Dalam konteks tersebut, keberadaan pustakawan, guru, dan pegiat literasi dinilai memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya berperan sebagai penggerak budaya membaca, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan kecakapan literasi.

Baca Juga:  Arak Bali Didorong Tampil Berkarakter, Gubernur Koster: Jangan Setengah Hati Gunakan Aksara Bali

“Dalam upaya tersebut, pustakawan, guru, dan pegiat literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya membaca, penumbuh kemampuan berpikir kritis, serta pendamping masyarakat dalam meningkatkan kecakapan literasi,” katanya.

Pemkab Badung, lanjutnya, terus mendorong penguatan literasi sebagai salah satu fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Karena itu, Bimtek Literasi Informasi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga dapat mendorong munculnya berbagai inovasi dalam layanan perpustakaan maupun kegiatan literasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap melalui bimbingan teknis ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi layanan perpustakaan dan literasi yang lebih inklusif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital,” ujarnya.

Baca Juga:  Bank Indonesia Soroti Stabilitas Inflasi sebagai Penopang Optimisme Konsumen Bali

Sementara itu, Plt. Kepala Diskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE., MM., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas pustakawan, guru, dan pegiat literasi dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator pembelajaran di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pustakawan, guru, dan pegiat literasi semakin mampu menjadi fasilitator pembelajaran di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Bimtek Literasi Informasi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring di antara para pelaku literasi.

“Bimbingan teknis ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta melahirkan berbagai inovasi layanan perpustakaan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (yud/gb)