UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang balita ditemukan dalam kondisi meninggal dunia diduga tenggelam di sebuah bak penampungan air yang ada di area glamping di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Kamis 30 April 2026.
Korban bernama Made Dede Swastika ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita dan sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong. Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi langsung membenarkan terkait peristiwa tersebut.
Menurut keterangan saksi ditempat kejadian awalnya pihak keluarga tidak melihat korban dirumah. Ayah korban bernama Komang Artana (43) saat itu baru pulang kerja lantas menengok ke belakang rumah yang masih satu area dengan tempat pembangunan glamping. Kebetulan di area tersebut sudah menjadi tempat bermain korban serta ada bak penampungan air dengan dalam 1,5 meter.
“Ayah korban saat itu baru pulang kerja dan mendapat informasi dari anaknya yang lain jika korban tidak ada. Karena dibelakang rumah (TKP) diketahui sering jadi tempat bermain korban, ayahnya lantas coba mengecek kesana,” Kata IPTU Yohana seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Jumat 1 Mei 2026.
Curiga dengan bak penampungan air yang ada di areal pembangunan glamping, ayah korban lantas menguras air di bak. Akan tetapi korban masih belum terlihat, insting sang ayah semakin diuji. Akhirnya ayah korban turun sembari meraba ke dasar dan benar saja tubuh korban ditemukan berada di bagian sudut bak.
Sang ayah langsung melakukan evakuasi dan melarikan korban ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapat penanganan lebih lanjut, akan tetapi takdir berkata lain nyawa korban tidak tertolong.
“Hasil pemeriksaan medis tidak ada temuan tanda kekerasan di tubuh anak tersebut. Tim medis saat menangani korban hanya menemukan air keluar dari hidung serta mulut,” Imbuhnya.
Kini pihak keluarga telah menerima kejadian yang menimpa korban sebagai sebuah musibah dan tidak lagi melakukan visum ataupun proses autopsi.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan terkait peristiwa ini dan memilih tidak melaporkan ke pihak berwajib,” Tandasnya.(Dna/ub)





