spot_img
spot_img
BerandaBaliDiduga Siswi Korban Meninggal Rabies, Tim Keswan/Kesmavet Lakukan Investigasi

Diduga Siswi Korban Meninggal Rabies, Tim Keswan/Kesmavet Lakukan Investigasi

UPDATEBALI.com, Jembrana – Tim dari Bidang Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan investigasi, Selasa (15/3/2022).

Untuk memastikan informasi mengenai kasus gigitan anjing rabies pada korban meninggal, warga Lingkungan Pangkung Manggis, kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa mengatakan, warga yang meninggal memang ada riwayat digigit anjing, namun tidak melaporkan kejadian pada instansi terkait serta korban tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapat vaksin.

Baca Juga:  Tim GII Belajar Penanganan Sampah ke TOSS Center Gema Santi

“Korban tidak merespon luka gigitan pada hari itu dan tidak melaporkan ke fasilitas Kesehatan, Kaling atau Petugas Medikvet Kecamatan,” terangnya.

Dari penelusuran hasil investigasi, terungkap bahwa anjing yang baru berumur setahun itu mati beberapa hari kemudian, setelah mengigit jari tangan korban pada 5 Desember 2021 lalu. Sempat juga menerkam ayam dan kucing. Karena tidak ada laporan mengenai kasus gigitan tersebut, tidak ada pengecekan atau test laboratorium. Sehingga tidak bisa dipastikan apakah memang terinfeksi rabies atau tidak.

“Tidak bisa dipastikan rabies atau tidak. Karena tidak ada pengecekan sampel ke laboratorium,” ungkapnya.

Baca Juga:  Didorong Sektor Pariwisata, Kinerja Dunia Usaha di Bali Triwulan II 2025 Tetap Optimis

Pada 11 Maret sebelum korban meninggal, lanjut Widastra, memang sempat mendatangi puskesmas dengan keluhan sesak nafas. Saat datang ke rumah sakit swasta ketiga kalinya baru memberikan informasi pada petugas medis mengenai riwayat gigitan anjing.

Dalam kondisi kesehatan memburuk kemudian dirujuk ke RSU Negara dengan dengan kondisi yang sudah kritis, hingga akhirnya meninggal dunia, pada Minggu (13/3/2022).

Widastra juga menambahkan, Meski ada riwayat gigitan anjing sebagai hewan penular rabies, pihaknya tidak bisa memastikan korban meninggal karena terinfeksi rabies. Karena tidak ada pengecekan sampel ke laboratorium terhadap anjing yang menggigit.

Baca Juga:  Cara Deteksi Kekurangan Vitamin D dengan Cepat

“Kami tidak bisa memastikan, karena belum ada pengecekan sampel ke laboratorium,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada kejadian gigitan anjing rabies. Karena meskipun luka kecil, jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal bagi korban. Selain investigasi, petugas juga melakukan vaksinasi darurat terhadap hewan penular rabies di sekitar wilayah yang terjadi kasus gigitan rabies. Vaksinasi tersebut untuk mencegah penularan virus sesama anjing. (nal/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments