UPDATEBALI.com, Jembrana – Hilangnya sapi peliharaan di Desa Tukadaya membuat resah beberapa warga. Pasalnya sapi peliharaan warga ini diduga dicuri, bukan karena lepas dari tambatan tali. Kasus hilangnya sapi warga tersebut sudah sering terjadi dalam dua tahun terkahir hingga sekitar sembilan ekor sapi. Terakhir kasus ini dialami Komang Madiasa, warga dusun Sarikuning Tulung Agung, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, yang terjadi pada Sabtu lalu, (26/3/2022)
Menurut keterangan Made Artana warga Dusun Sarikuning, Desa Tukadaya mengaku, sapi miliknya juga ikut hilang, sebelum kejadian hilangnya sapi milik Komang Madiasa, alias Mang Ogot. Sapi milik Made Artana, sudah terlebih dahulu hilang dikebun, pada Rabu lalu, (22/3), sekitar 50 meter tidak jauh dari rumah, dimana sapi itu sering diikatkan.
Sapi betina yang sudah dalam kondisi hamil 7 bulan tersebut diduga hilang sore hari.
“Karena pada pagi hari hingga siang, sempat melihat sapinya masih ada. Waktu mau kasih makan, sudah tidak ada. Apakah dicuri atau lepas tidak tahu,” kata Artana, ditemui di kantor Desa Tukadaya.
Sedangkan sapi milik Komang Madiasa hilang di sekitar perkebunan pinggir kawasan hutan. Pemilik baru mengetahui sapinya hilang saat akan memberikan makan sapinya di pagi hari. Karena sapi milik Made Artana belum juga ketemu, ia berencana melaporkan kehilangan sapi tersebut ke polisi. Sehingga, untuk melengkapi laporannya, meminta surat keterangan kehilangan sapi ke kantor desa.
“Nanti akan lapor ke polisi,” imbuhnya.
Sementara Perbekel Desa Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan, warganya memang ada yang kehilangan sapi. Menurutnya, mengenai infomasi bahwa sembilan ekor sapi milik warga yang hilang di kebun, bukan terjadi dalam waktu bersamaan. Kasus hilangnya sapi yang diduga di curi itu, terjadi dalam dua tahun terakhir. Hingga berjumlah total sekitar sembilan ekor sapi.
Namun masih belum bisa dipastikan apakah memang dicuri atau memang hilang karena kabur dari tempatnya, karena warga yang memiliki sapi tidak ada yang meletakkan sapi peliharaannya di kandang, melainkan di kebun yang jauh dari rumahnya.
“Belum bisa dipastikan apakah hilang karena dicuri atau lepas,” ujarnya.
Disamping itu lanjut Perbekel, selama ini warga yang punya ternak sapi sebagian besar sapi peliharaannya tidak pernah ditempatkan di kandang, tetapi di pinggiran hutan yang jauh dari rumah. Karena itu, pihaknya mengimbau warganya untuk lebih mengutamakan meletakkan atau mengikat sapi di dekat rumah atau lokasi yang mudah dipantau.
“Selama ini belum ada yang melapor ke polisi. Hanya satu warga yang meminta surat keterangan kehilangan sapi ke desa dan akan melapor ke polisi,” pungkasnya. (nal/ub)



