UPDATEBALI.com, BULELENG – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng merancang pendapatan daerah pada Pos PAD mengalami penurunan di APBD 2024, sebanyak 8,05 persen dibandingkan APBD tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Buleleng, pada Senin 23 Oktober 2023.
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH mengatakan, penurunan target PAD pada sektor pajak dan retribusi terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 sebagai dampak dari adannya Perda Kabupaten Buleleng yang mengatur tentang penurunan pajak dan retribusi PBB dan PBHTB.
“Setiap tahunnya akan ada peningkatan Infestasi yang tentunya akan memberikan dampak penambahan pendapatan bagi pemernintah daerah,” Ucap Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk mengintensifkan pemungutan pajak dan retribusi agar upaya-upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dapat berjalan secara maksimal. Umumnya rancangan APBD Kabupaten Buleleng 2024 terutama dari sisi pendapatan dirancang mengalami penurunan.
“Sebenarnya tidak terjadi penurunan cuma terjadi pergeseran pos penerimaan dari semula dipasang di pos PAD bergeser ke Pos pendapatan lain-lain yang sah,” Jelasnya.
Sementara itu terkait dengan penyampaian penjelasan APBD 2024 ini berpatokan pada dokumen kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang sudah ditandatangani pada Sepetember lalu sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang ada.
“Dana-dana transfer dari pemerintah pusat masih belum ada gambaran berapa besarannya, sehingga dari penjelasan Pj. Bupati sudah tentu ada perubahan-perubahan yang akan kita bahas nanti,” imbuhnya.
Disamping itu, rancangan APBD Kabupaten Buleleng 2024, pendapatan dirancang sebesar Rp. 2.214.956.043.430,- mengalami peningkatan sebesar Rp. 4.139.541.403,- atau 0,19 persen dibanding APBD induk tahun 2023, belanja daerah dirancang sebesar Rp. 2.214.956.043.430,- mengalami penurunan sebesar Rp. 8.436.856.597 atau 0,38 persen. Sedangakan pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan pada rancangan APBD 2024 dirancang menjadi Rp. 0.
Dalam agenda rapat tersebut juga dihadiri Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Buleleng, FKPD Kabupaten Buleleng, Sekda, Asisten Setda, Tim Ahli, Pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng serta undangan lainnya. (dna/ub)





