spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Tamba Luncurkan Pengolahan Sampah RDF di Jembrana, Solusi Atasi Masalah Sampah...

Bupati Tamba Luncurkan Pengolahan Sampah RDF di Jembrana, Solusi Atasi Masalah Sampah TPA Peh

UPDATEBALI.comJEMBRANA – Masalah sampah yang telah menjadi persoalan pelik selama bertahun-tahun di Kabupaten Jembrana kini mulai menemukan solusi.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menargetkan penyelesaian masalah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh dalam empat tahun melalui inovasi pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).

Kerjasama ini ditandai dengan pengiriman perdana RDF seberat 12 ton dari TPA Peh menuju pembeli di Jawa Timur pada Selasa 20 Agustus 2024 di TPA Peh, Desa Kaliakah.

Kerjasama pengolahan sampah ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan PT. Wisesa Global Solusindo sebagai pengelola alat dan PT. Solusi Bangun Indonesia sebagai penerima RDF. Dalam operasional awal, BPD Bali turut memberikan dukungan melalui dana CSR sebesar Rp 300 juta, yang diserahkan langsung oleh Direktur Kredit BPD Bali, Kadek Lestara Widiatmika.

Baca Juga:  Isi Kegiatan Positif, Bupati Tamba Apresiasi Peringatan May Day 2022 di Jembrana

Bupati Tamba mengungkapkan bahwa masalah sampah yang selama ini belum menemukan solusi maksimal, kini dapat diatasi melalui pengolahan menjadi RDF.

“Dengan upaya mengatasi sampah eksisting menjadi RDF ini, saya yakin solusi ini bisa mengatasi tumpukan sampah di TPA Peh,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba meyakini bahwa dalam empat tahun ke depan, kerjasama ini dapat menuntaskan tumpukan sampah di TPA Peh yang diperkirakan mencapai 100 ribu ton. Saat ini, peralatan pengolahan sampah dari pihak ketiga sudah cukup memadai, namun beberapa peralatan tambahan masih diperlukan. Bupati Tamba juga telah meminta Penjabat Gubernur Bali untuk mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Provinsi Bali untuk menambah peralatan pada tahun anggaran perubahan 2024.

Baca Juga:  Koster Dorong Percepatan PSEL di Bali, Solusi Sampah Jadi Energi Listrik

Soni Asrul Sani, Direktur Manufacturing PT. Solusi Bangun Indonesia, menyatakan bahwa RDF yang dihasilkan dari TPA Peh telah memenuhi standar yang diperlukan oleh pabrik.

“Kami berharap produk RDF dari TPA ini dapat menghasilkan kadar tertentu yang memenuhi standar pabrik,” jelasnya.

Program pengolahan sampah menjadi RDF di Jembrana ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan yang sukses dan membantu mengatasi masalah sampah di daerah lain. Bupati Tamba optimis bahwa dengan tambahan peralatan dan dukungan semua pihak, target volume harian RDF dapat tercapai, sehingga energi terbarukan dari Jembrana dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments