Bupati Tabanan Pimpin Tawur Agung Kesanga, Sakralisasi Menjelang Nyepi Caka 1947

0
245
Bupati Sanjaya bersama jajaran menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan sebagai bentuk pelestarian tradisi menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947.
Bupati Sanjaya bersama jajaran menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan sebagai bentuk pelestarian tradisi menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947. Sumber foto : Humas Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Sebagai wujud sembah bakti dan pelestarian tradisi, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ibu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, 28 Maret 2025.

Kehadiran Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta istri, Ny. Budiasih Dirga. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947 yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Desa Adat di Bali.

Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Tabanan secara rutin digelar di Catus Pata, yang merupakan titik nol Kota Tabanan, tepat di depan Patung Bung Karno. Ritual ini dilaksanakan pada siang hari menjelang Catur Brata Penyepian dan memiliki makna sakral sebagai upaya Nyomia Bhuta Kala ke alam. Tujuan dari ritual ini adalah untuk mensucikan alam semesta beserta isinya sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Baca Juga:  Diikuti 769 Lulusan, 47 Peserta Wisuda ke LXX Sarjana Kedokteran Undiksha

Turut hadir dalam upacara tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan, Prajuru Adat se-jebag Tabanan, serta krama adat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tabanan setiap tahunnya.

“Tujuan dari ritual yang rutin kita laksanakan setiap tahun ini, yang pada tahun ini jatuh pada Tahun Caka 1947, adalah untuk mengharmoniskan jagat Tabanan, jagat Bali, agar benar-benar sesuai dengan dresta agama kita. Sebelum memasuki Nyepi dengan Catur Brata Penyepian, ritual ini menjadi awal penyucian yang sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Ajak Perangkat Daerah Berinovasi Melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2024

Lebih lanjut, Sanjaya juga berharap agar seluruh masyarakat Tabanan dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan baik dan penuh kesadaran. Ia menekankan bahwa Nyepi merupakan momen penting untuk introspeksi diri serta peningkatan spiritualitas yang harus dimaknai dengan baik.

“Nyepi adalah wujud dari keheningan dan kedamaian yang bertumpu pada konsep Tri Hita Karana. Saya berharap, pelaksanaan Nyepi esok hari dapat berjalan lancar dan menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan diri serta meningkatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan,” tambahnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Sukses Lobi Pusat, Infrastruktur Strategis Bali Dapat Dukungan Triliunan Rupiah

Selain itu, Bupati Sanjaya juga berpesan agar dalam pengarakan ogoh-ogoh dan perayaan lainnya, seluruh masyarakat dan pihak terkait selalu menjaga agar situasi tetap kondusif, menghindari euforia berlebihan, sehingga perayaan Nyepi dapat berlangsung dengan damai dan penuh makna.

Dengan pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga ini, diharapkan masyarakat Tabanan semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur, serta menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai kesempatan untuk membangun kedamaian dan keseimbangan dalam kehidupan.(den/ub)