Bupati Tabanan Pimpin Persembahyangan Bersama di Pura Luhur Batukau

0
196
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, memimpin persembahyangan bersama dalam perayaan Rahina Purnama Sasih Jiyestha di Pura Luhur Batukau
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, memimpin persembahyangan bersama dalam perayaan Rahina Purnama Sasih Jiyestha di Pura Luhur Batukau. Sumber foto: Humas Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Dalam rangka menjaga kekompakan dan menghormati tradisi, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, memimpin persembahyangan bersama dalam perayaan Rahina Purnama Sasih Jiyestha di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, yang kemudian dilanjutkan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan pada Selasa 23 April 2024.

Acara persembahyangan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat terkemuka, termasuk Jro Mangku Lanang Istri, Sekda Kabupaten Tabanan, para asisten Setda, kepala OPD, kepala bagian, camat, serta perwakilan dari kantor Kementerian Agama. Mereka bersama-sama menyampaikan Sradha Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sambil menunjukkan kebersamaan dan kesatuan.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Sampaikan Rancangan APBD 2025 dan Perubahan APBD 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD

Setelah pelaksanaan persembahyangan di Padmasana Kantor Bupati, kegiatan kemudian berlanjut ke Pura Luhur Batukau, pusat spiritual masyarakat Tabanan. Di tempat suci ini, kesederhanaan dan kedamaian alam menyatu dengan kehadiran rohani para peserta persembahyangan. Ritual ini bukan sekadar kewajiban keagamaan, melainkan juga mencerminkan semangat solidaritas dan komitmen untuk menjaga harmoni di tengah keragaman masyarakat.

Baca Juga:  Sekda Dewa Indra Buka Lomba Debat dan IAPI Bali Awards 2023

Dalam pidatonya, Bupati Sanjaya mengapresiasi kekompakan yang telah ditunjukkan oleh seluruh peserta persembahyangan. Ia juga memberikan pengertian tentang filosofi pohon Pulai yang tumbuh di sekitar kantor Bupati Tabanan. Pohon tersebut menjadi simbol adaptabilitas dan kebermanfaatan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kondisi sulit seperti musim kemarau.

“Mari kita mencontoh pohon Pulai, memberi manfaat dan kekuatan bagi lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya dan rombongan melakukan kegiatan mempererat hubungan dengan alam sekitar, termasuk memberi makan ikan dan melepas burung sebagai wujud dari ajaran Tri Hita Karana, yang mengedepankan keseimbangan antara manusia, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Baca Juga:  Dukung Seniman dan Kuliner Lokal, Bupati Sanjaya Resmi Buka Marga Festival 2024

Persembahyangan bersama ini bukan hanya menjadi momen untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan, tetapi juga menjadi cerminan dari semangat dan komitmen masyarakat Tabanan dalam menjaga warisan leluhur dan membangun masa depan yang harmonis. Langkah-langkah yang teguh dan kerja keras yang tulus akan menjadi pondasi yang kokoh untuk kemajuan Tabanan ke depannya.(den/ub)