
UPDATEBALI.com, BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) hingga ambulans untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat antrean panjang masyarakat yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut disampaikan Bupati I Nyoman Sutjidra saat ditemui seusai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis, 15 Oktober 2026.
Sutjidra mengaku prihatin atas banyaknya pemberitaan di luar Buleleng mengenai antrean BBM yang berdampak pada kondisi kesehatan warga. Bahkan, terdapat warga yang pingsan akibat kelelahan setelah mengantre untuk membeli bahan bakar kendaraan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Bupati Sutjidra menginstruksikan seluruh puskesmas yang berada di wilayah dengan SPBU agar bersiaga apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Jadi kalau ada masyarakat yang antre BBM kemudian kelelahan atau masalah kesehatan lainnya bisa segera diatasi,” ujarnya.
Selain menyiagakan puskesmas, Sutjidra juga mengerahkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas di Buleleng.
“Dari 20 Puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk meng-cover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” ungkap Sutjidra.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga akan terus memantau pasokan BBM dan pendistribusiannya kepada masyarakat. Di tengah situasi tersebut, Sutjidra mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak panik.
“Jangan ikut panik tidak ada BBM, BBM itu ada tapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” tutup Sutjidra.(adv/updatebali)


