spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Jembrana Optimis Mesin Pengolahan Sampah RDF Bisa Atasi Gunung Sampah di...

Bupati Jembrana Optimis Mesin Pengolahan Sampah RDF Bisa Atasi Gunung Sampah di TPA Peh

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Kabupaten Jembrana mulai menguji coba mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) yang diberikan oleh PT Wisesa Global Solusindo, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, pada Kamis 11 Juli 2024.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba turut hadir untuk memantau langsung uji coba mesin ini dan bahkan mencoba langsung menyalakan mesin yang mampu mengolah sampah hingga 300 ton per hari.

Bupati Tamba menyampaikan optimisme bahwa mesin pengolahan sampah ini dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada di Jembrana. Namun demikian, ia juga mencatat bahwa mesin pendukung seperti mesin cacah dan mesin pres masih perlu peningkatan untuk mendukung kecepatan mesin utama.

Baca Juga:  Penambahan Kasus Positif Masih Tinggi di Angka 188 Orang

“Mesin ini memiliki kapasitas yang besar, namun mesin cacah yang tersedia masih kurang besar dan mesin presnya belum cukup cepat. Dibutuhkan penggunaan tenaga manusia untuk mencapai target produksi 200 ton per hari yang akan menimbulkan tantangan,” ungkap Bupati Tamba.

Bupati berencana untuk meningkatkan kapasitas mesin cacah dan pres, serta menambahkan mesin konveyor untuk mempercepat proses pengolahan sampah menjadi RDF.

Baca Juga:  Tekankan Pentingnya Bhakti dan Harmoni, Bupati Tabanan Hadiri Karya Agung di Desa Adat Batukambing

Dalam mengatasi permasalahan ini, Bupati Tamba menyebutkan bahwa akan melibatkan tiga pihak, yakni Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan PT SBI.

“Saya telah melakukan MoU dan PKS dengan mereka. Dengan upaya ini, kami optimis dapat menyelesaikan sampah eksisting sebanyak 100.000 ton,” tambahnya.

Direktur Utama Wisesa Global Solusindo, Johan Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa seluruh sistem mesin yang dibawa telah berjalan dengan baik selama uji coba seminggu terakhir. Mesin tersebut telah diuji mulai dari proses pemilahan sampah hingga proses pengolahan akhir.

Baca Juga:  Jembrana Sabet Penghargaan Smart City 2022

“Kami telah menguji semua instalasi dan sistem telah berjalan baik. Kami akan menyesuaikan produksi dengan kondisi lapangan untuk memastikan operasional yang optimal,” ungkap Johan.

Namun, Johan juga mengakui bahwa terdapat ketimpangan kapasitas antara mesin pendukung dan mesin utama, yang mempengaruhi pencapaian target produksi 200 ton per hari.

“Kami perlu menyinkronkan semua alat agar dapat mencapai standar operasional yang optimal. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa mesin besar seperti ini dapat berjalan seimbang dengan mesin pendukung yang ada,” pungkasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments