Bupati Badung Hadiri Pengukuhan Kelian dan Prajuru Desa Adat Jimbaran, Tegaskan Peran Tri Hita Karana

0
281
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran, Sabtu (3/1).
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran, Sabtu (3/1). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran terpilih, I Putu Subamia, beserta seluruh Prajuru Desa Adat, Sabha Desa, dan Kerta Desa untuk masa ayahan Isaka 1947-1952 (Tahun 2026-2031), Sabtu, 3 Januari 2026.

Kegiatan berlangsung di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri Anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan, I Made Sudira, perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Badung, IB Gede Widnyana, Lurah Jimbaran, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta Selatan, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Jimbaran.

Baca Juga:  Permudah Warga Bayar Pajak, Bupati Badung Apresiasi Bantuan CSR BPD Bali

Dalam sambutannya, Bupati Badung menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dapat hadir di tengah masyarakat Jimbaran untuk menyaksikan pengukuhan pengurus adat baru.

Ia menekankan bahwa proses peralihan kepemimpinan di desa adat dilaksanakan setiap lima tahun sekali sesuai uger-uger atau peraturan adat yang berlaku.

“Selain menyaksikan pengukuhan, saya juga bisa bertatap muka dengan Manggala Adat. Tugas dan tantangan ke depan sangat berat, terutama posisi kita di Badung sebagai kabupaten yang menjadi pusat pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi ke-67, Pemprov Bali Bangun Rumah Layak untuk Keluarga di Bangli

Bupati Adi Arnawa berharap agar para Manggala Adat, Sabha Desa, dan Kerta Desa dapat menjalankan fungsi desa adat dengan baik, yaitu mengatur dan mengelola kehidupan sosial masyarakat, baik dalam aspek keagamaan, adat istiadat, maupun kehidupan sosial lainnya, tetapi tetap berlandaskan prinsip Tri Hita Karana.

“Tri Hita Karana ini wawasannya sangat universal dan eksis dalam setiap jabatan. Pengurus baru sudah melakukan sungkeman kepada masyarakat, agar tetap harmonis dan menumbuhkan semangat saling asah, asih, asuh, serta gotong royong,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Salurkan Bantuan untuk Recovery Bencana

Bupati Badung menambahkan bahwa kehadirannya dalam pengukuhan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan dan ucapan selamat kepada pengurus adat baru.

Ia berpesan agar para pengurus memperkuat peran desa adat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya, serta senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kehadiran kami di sini untuk menyaksikan pengukuhan dan memberikan dukungan agar peran desa adat tetap kuat, menjaga adat, budaya, serta bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan,” tutup Adi Arnawa.(den/ub)