UPDATEBALI.com, BADUNG – Dalam upaya memperkuat dan memperkokoh warisan seni, adat, dan budaya Bali, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni budaya tradisional sebagai identitas budaya Bali. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Seniman Drama Gong Lawas di Rumah Jabatan Bupati Badung pada Kamis 11 April 2024.
“Saya berterima kasih kepada tokoh dan seniman se-Bali yang telah hadir bersama di sini. Pagelaran drama gong dulu merupakan tontonan favorit saya saat kecil,” kenang Bupati Giri Prasta.
Lebih lanjut, Bupati Giri Prasta menekankan bahwa drama gong bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung pesan-pesan moral yang mendalam mengenai tattwa dan susila. Ia melihat tokoh seni sebagai jembatan emas untuk generasi penerus, terutama generasi Z, dalam memahami nilai-nilai budaya dan filosofi Bali.
“Dengan terbentuknya Pasemetonan/Paguyuban Seniman Drama Gong Lawas, saya berharap seni budaya Bali dapat terus dijaga dan dilestarikan hingga tingkat kecamatan. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk melindungi warisan budaya Bali dari pengaruh globalisasi yang mengancam,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan apresiasi yang diberikan oleh Bupati Badung. Mereka berencana tampil di acara Pekan Kebudayaan Bali (PKB), namun terkendala dengan pendanaan. Dukungan yang diberikan oleh Bupati Badung, termasuk sumbangan dana pribadi sebesar Rp. 50 juta, sangat memotivasi mereka untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya tradisional Bali.
Paguyuban Seniman Drama Gong Lawas, yang saat ini memiliki sekitar 120 anggota, menjadi wadah bagi seniman drama gong legendaris dan pelawak senior Bali seperti Petruk, Lodra, Moyo, serta banyak lagi untuk terus menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali yang kaya dan berharga. (den/ub)