
UPDATEBALI.com, TABANAN – Kekayaan kuliner, kopi, seni, dan budaya Indonesia mendapat ruang eksplorasi baru di Bali. Nuanu Creative City resmi membuka Nusantara, destinasi kuliner dan budaya di kawasan Tabanan yang dirancang untuk membawa wisatawan mengenal keberagaman Indonesia melalui pengalaman gastronomi dan seni.
Berbeda dari destinasi kuliner yang sekadar menghadirkan deretan restoran, Nusantara menawarkan perjalanan untuk mengenal cita rasa dan kekayaan budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Eksplorasi tersebut dimulai dari Warung Nine Islands, yang menghadirkan kuliner dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores hingga Madura.
Berbagai rempah digiling langsung setiap pagi untuk mempertahankan teknik sekaligus karakter masakan daerah. Bahan pangan juga diperoleh dari produsen daerah, nelayan, juru masak lokal serta pemasok dari berbagai wilayah Indonesia.
Pemilik Nusantara, James Ephraim, mengatakan konsep tersebut dibangun melalui perjalanan langsung ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kami datang langsung ke para produsennya. Semuanya,” ujar James.
Selama beberapa bulan, tim Nusantara menjelajahi sembilan pulau dan bertemu dengan nelayan, pemasok bahan pangan hingga juru masak yang mempertahankan resep serta racikan bumbu secara turun-temurun.
Menurut James, menghadirkan cita rasa autentik tidak bisa dilakukan secara instan karena berkaitan erat dengan tradisi dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.
“Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar,” katanya.
Bali Jadi Pintu Masuk Mengenal Indonesia
Kehadiran Nusantara juga melihat posisi Bali sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Data BPS Bali mencatat sebanyak 6.948.754 kunjungan langsung wisatawan mancanegara sepanjang 2025, atau meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah berkembangnya industri hospitality Bali, berbagai konsep kuliner yang ditawarkan kepada wisatawan internasional banyak mengambil inspirasi dari luar negeri. Nusantara mencoba menghadirkan perspektif berbeda dengan menempatkan kuliner, seni dan budaya berbagai daerah di Indonesia sebagai daya tarik utama.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Bali memiliki posisi strategis untuk menjadi pintu masuk wisatawan dalam mengenal Indonesia secara lebih luas.
“Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar,” ujar Lev Kroll.
Menurutnya, wisatawan yang datang ke Bali telah mengenal budaya Bali. Melalui Nusantara, mereka diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dengan menemukan kuliner, seni dan keberagaman budaya dari daerah lain di Indonesia.
“Berangkat dari tradisi, dengan tujuan menghadirkan penemuan baru,” katanya.
Lev berharap Nusantara ke depan dapat menjadi rumah bagi representasi budaya dari berbagai daerah Indonesia. Rasa ingin tahu, menurutnya, dapat menjadi langkah awal untuk membangun ketertarikan terhadap keberagaman budaya Nusantara.
Dari Kopi hingga 1.000 Artefak Budaya
Tidak hanya kuliner, Nusantara juga menghadirkan The Mangrove Café, yang menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Flores.
Pengunjung juga dapat menikmati kreasi jajanan pasar dengan cita rasa lokal, seperti pandan, gula aren, klepon dan dadar gulung.
Sementara itu, pengalaman budaya hadir melalui The Gallery dengan pameran pembuka bertajuk INDONESIAN VISION.
Pameran yang dikurasi Pascal Morabito tersebut menampilkan sekitar 1.000 artefak suku asli Indonesia. Setiap karya dilengkapi panduan digital yang menjelaskan sejarah, teknik pembuatan serta konteks budaya di baliknya.
Sejumlah karya juga tersedia untuk dikoleksi dengan harga mulai dari Rp500.000 hingga Rp625 juta. Hasil penjualan turut mendukung para seniman.
Terhubung dengan Komitmen Sosial
Nusantara juga menjadi bagian dari komitmen sosial Nuanu Creative City melalui Nuanu Social Fund (NSF). Sebagian pendapatan dialokasikan untuk mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan budaya, alam dan masyarakat Bali.
Dengan konsep tersebut, pengalaman wisatawan tidak berhenti pada menikmati makanan atau melihat karya seni, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem budaya yang menjadi sumber inspirasinya.
Nusantara melengkapi ekosistem Nuanu Creative City yang dikembangkan di kawasan seluas 44 hektare di Tabanan, dengan berbagai program di bidang pendidikan, seni, wellness dan pengembangan berbasis alam.
Pilihan Pengalaman di Nusantara
Warung Nine Islands
Menghadirkan kuliner daerah Indonesia sepanjang hari dengan kapasitas 70 orang. Buka pukul 12.00–22.00 WITA, dengan harga hidangan utama mulai Rp120.000. Pertunjukan musik digelar setiap hari mulai pukul 18.00 WITA.
Meja 36
Menghadirkan fine dining dengan konsep kuliner Indonesia kontemporer. Berkapasitas 50 orang dengan tasting menu Rp499.000 per layanan dan buka pukul 12.00–22.00 WITA.
The Mangrove Café
Menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Flores serta kreasi jajanan pasar Indonesia. Buka pukul 12.00–22.00 WITA.
The Gallery
Menampilkan pameran INDONESIAN VISION dengan sekitar 1.000 artefak suku asli Indonesia yang dikurasi Pascal Morabito. Buka pukul 12.00–22.00 WITA, dengan harga karya mulai Rp500.000 hingga Rp625 juta.
Melalui Nusantara, Nuanu Creative City mencoba menawarkan cara berbeda dalam menikmati Indonesia. Wisatawan tidak hanya datang ke Bali, tetapi menjadikan Bali sebagai titik awal untuk menemukan kekayaan rasa, cerita, seni dan tradisi dari berbagai penjuru Nusantara. (yud/updatebali)


