Buat Program PkM, Undiksha Branding Wayang Kamasan ke Generasi Muda

0
213
Pelaksanaan lomba mewarnai lukisan wayang kamasan yang dilaksanakan di Rumah BUMN Klungkung.
Pelaksanaan lomba mewarnai lukisan wayang kamasan yang dilaksanakan di Rumah BUMN Klungkung. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, BULELENG – Sejumlah akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) membuat program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) guna memperkenalkan sekaligus menjaga lukisan wayang kamasan yang tidak lain merupakan salah satu kekayaan Budaya Bali.

Ketua tim, Ida Bagus Nyoman Pascima menjelaskan dalam program PkM ini memiliki beberapa aspek yakni perancangan kurikulum wayang kamasan serta kegiatan perlombaan melukis wayang kamasan. Dimana untuk perancangan kurikulum sudah dimulai sejak Juli 2023, sedangkan perlombaan sudah dilaksanakan 5 September 2023 lalu.

Baca Juga:  Sharing Informasi Pengelolaan PPID, Universitas Udayana terima Kunjungan Universitas Gajah Mada

“Untuk lomba mewarnai kita target 50 pendaftar, tapi membludak sampai 63 orang karena banyak orangtua yang meminta bantuan agar anaknya bisa mengikuti lomba,” Ucap Pascima, Jumat 8 September 2023.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha ini menyebut, perancangan kurikulum wayang kamasan ini didesain sebagai bagian dari pendidikan non formal. Sehingga nantinya dapat menarik minat dan mampu meningkatkan partisipan dalam penyelenggaran perlombaan melukis wayang kamasan.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Pengambilan Sumpah PAW dan Sampaikan Persetujuan bersama 2 Ranpeda di Paripurna ke-13 dan 14

“Ini juga dapat membuka peluang dalam upaya pelestarian wayang kamasan,” Imbunya.

Selain itu Nyoman Pascima menambahkan, selain program tersebut ada dua program utama lainnya yang dilaksanakan diantaranya, pelatihan sosial media marketing dan fotografi serta mengembangkan media promosi berupa kalender saka Bali lukisan wayang kamasan dengan dilengkapi aplikasi web untuk memperkenalkan pelukisnya.

Baca Juga:  Gung Bram Puji Konsistensi PDIP Gelar Soekarno Cup, Jadi Wadah Pembinaan Pesepak Bola Muda Bali

Sehingga dengan adanya program tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat terutama generasi muda melirik potensi yang ditawarkan melalui kesenian lukisan wayang kamasan tersebut, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.(dna/ub)