BPR Bank Buleleng 45 Gelar Literasi Inklusi Keuangan

0
153

UPDATEBALI.com, BULELENG – Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Buleleng 45 sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar Literasi dan Inklusi Keuangan melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) bekerjasama dengan sekolah di Kabupaten Buleleng.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) digelar di halaman kantor PD BPR Bank Buleleng 45 serta dihadiri oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, Senin (15/8/2022).

Agus Suradnyana menjelaskan literasi dan inklusi dengan menggunakan jasa keuangan ini memang sangat diperlukan. Apalagi menyasar generasi muda. Jasa keuangan termasuk perbankan didorong untuk memberikan literasi kepada generasi muda mengenai tabungan ataupun menabung di bank. Sehingga masyarakat bisa mengaksesnya dan kemudian bermanfaat bagi kesejahteraannya.

Baca Juga:  Bupati Gede Dana Buka Loka Sabha III Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas

“Lebih cepat, lebih paham. Kemudia ada percaya, bisa mengakses, dan bersatu sehingga lembaga keuangan akan dijakakan alat akselerasi untuk mempercepat meraih kesejahteraan masyarakat,� jelasnya.

Direktur Utama PD BPR Bank Buleleng 45 I Nyoman Suarjaya dalam laporannya menyebutkan literasi inklusi keuangan dalam rangka mendorong program percepatan akses keuangan daerah. Bersinergi dengan Pemkab Buleleng, BPD Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114/2020 tentang strategi nasional keuangan inklusi.

Baca Juga:  Polisi Tutup Arus Lalu Lintas di Istana Negara Mulai pukul 09.00 WIB

“Termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 26/2019 mengenai Hari Indonesia Menabung. Diharapkan program ini dapat meningkatkan literasi keuangan,� sebut dia.

Sementara itu, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemda OJK Bali Nusra I Nyoman Hermanto Darmawan yang berkesempatan hadir mengatakan kebijakan inklusi keuangan ini harus ditindaklanjuti lebih gencar. Meskipun pada tahun 2021, capaian simpanan pelajar di Indonesia sudah mencapai 46 juta orang atau sekitar 76 persen dari jumlah pelajar yang ada.

Baca Juga:  RRQ Hoshi Lolos ke Babak Playoff MSC 2022

“Tahun ini kita canangkan kembali dengan harapan pencapaiannya lebih dari sebelumnya,� katanya.

Dirinya juga mengungkapkan mengapa literasi inklusi keuangan ini sangat penting untuk disampaikan kepada generasi muda. Pemerintah ingin menanamkan kesabaran bagi generasi muda khususnya pelajar. Kemudian, ada kedisiplinan yang diajarkan di sana. Dilanjutkan tindakan menghargai uang dengan kebiasaan menabung bisa tercapai.

“Ketika para pelajar ini sudah disiplin menabung, ketika mereka akan menggunakan uang untuk investasi misalnya, tentunya mereka akan memikirkan risiko yang akan dihadapi,� imbuh Hermanto Darmawan. (adv/ub)