spot_img
BerandaBaliBadungBNN RI Pamerkan Kopi dari Daerah Rawan Narkotika di IDEC 2022

BNN RI Pamerkan Kopi dari Daerah Rawan Narkotika di IDEC 2022

UPDATEBALI.com, BADUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memamerkan kopi dan aneka kerajinan hasil pemberdayaan masyarakat di daerah yang dinilai rawan narkotika pada pertemuan Kelompok Kerja wilayah Timur Jauh International Drugs Enforcement Conference (IDEC) di Bali.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan kopi dan aneka kerajinan tangan itu merupakan hasil dari pendekatan halus (soft power) BNN RI dalam mencegah dan memberdayakan para mantan pengedar dan pengguna narkotika.

“Tadi saya tunjukkan (kepada para delegasi, red.) standstand (pameran) yang ada bahwa kami dari awal menggunakan pendekatan soft power. Kami juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat di daerah rawan produksi dan peredaran narkotika,� kata Golose kepada jurnalis di sela-sela pertemuan IDEC di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa.

Baca Juga:  Warga di Kalianget Digegerkan Dengan Penemuan Potongan Tubuh Bayi

Di salah satu kios pameran, kopi gayo menjadi salah satu produk yang dipamerkan kepada 98 delegasi dari 14 negara. Kopi gayo merupakan salah satu produk khas Aceh yang merupakan daerah rawan produksi dan peredaran narkotika jenis ganja.

Kepala Seksi (Kasi) Monitoring dan Evaluasi Pemberdayaan Alternatif Masyarakat Perkotaan BNN Kompol Titi Trimulyani saat ditemui di lokasi pameran menjelaskan daerah rawan narkotika merupakan kawasan yang masyarakatnya terdiri atas mantan bandar, bekas kurir, dan eks pemakai narkotika.

Baca Juga:  PSSI pertimbangkan calonkan diri jadi tuan rumah Piala Asia 2023

BNN lewat salah satu programnya, kata dia,  memberi pelatihan kepada masyarakat yang salah satu hasilnya kopi gayo yang dipasarkan di pameran.

“Dengan pelatihan-pelatihan itu, kami berharap mereka dapat beralih profesi yang tadinya menanam ganja dan baru keluar dari tahanan, lalu mereka punya kepercayaan diri, bisa mandiri, dan mempunyai (pendapatan) ekonomi yang halal,� kata Titi.

Baca Juga:  Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Uji Kebohongan Hari Ini

Di lokasi pertemuan IDEC, Titi menyampaikan para delegasi bakal diajak mencoba langsung kopi gayo hasil binaan BNN.

Jika nantinya para delegasi asing itu ingin membeli, maka mereka dapat memilih kopi giling atau kopi bubuk yang harganya Rp100.000 per bungkus, katanya sebagai salah satu penanggung jawab pameran.

Titi menjelaskan kopi gayo binaan BNN itu telah dipasarkan sudah lebih dari 2 tahun. Produk itu menjadi salah satu unggulan BNN yang dipamerkan di acara-acara tingkat nasional dan internasional. (ub/antara)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments